Blogging

Perbedaan Social Bookmark Do-Follow dan No-Follow

Anda mungkin sering mendengar istilah ‘social bookmarking’ di dunia online, terutama di kalangan sesama blogger dan penggiat SEO. Lebih lanjut, Anda mungkin kerap menemukan perdebatan antara dua pihak, dimana yang satu mengatakan bahwa Social Bookmark Do-Follow jauh lebih baik daripada Social Bookmark No-Follow, sementara pihak yang lain mengatakan sebaliknya. Jadi, apa sih social bookmarking itu? Terus, apa perbedaan antara Social Bookmark Do-Follow dengan Social Bookmark No-Follow? Jika Anda memiliki pertanyaan yang serupa dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut, jangan pusing, kita akan kupas tuntas disini.

Perbedaan Social Bookmark Do-Follow dan No-Follow

Apa itu Social Bookmarking?
Social bookmarking adalah suatu cara bagi kita untuk menyimpan, mengorganisir, mencari, dan mengelola bookmark-bookmark dari berbagai halaman web, dimana para penggunanya bisa menyimpan link yang menuju ke suatu halaman web secara online di sebuah situs khusus social bookmarking. Sering kali, bookmark-bookmark yang dibuat oleh seorang pengguna bersifat publik dan dapat dilihat oleh penggun lain. Bookmark-bookmark tersebut juga dapat dikirimkan atau dibagikan ke pengguna lain. Beberapa contoh situs social bookmarking yang paling populer yakni del.icio.us dan digg.com.

Kebanyakan layanan social bookmark disusun oleh para pengguna dengan cara memberikan tag atau keyword terhadap konten dari suatu situs web. Sehingga, pengguna lain dapat melihat bookmark-bookmark situs web apa saja yang diasosiasikan terhadap masing-masing tag, serta melihat informasi seperti jumlah pengguna yang telah mem-bookmark suatu situs web. Kebanyakan layanan juga memungkinkan penggunanya untuk memberi komentar atau menilai setiap bookmark.

Social bookmarking kini sering kali juga disebut sebagai ‘folksonomy’, sebuah kata yang berasal dari gabungan folk (orang) dan taxonomy (penggolongan), sebab social bookmarking dilakukan oleh para penggunanya itu sendiri dan membentuk suatu pengelompokkan terhadap website-website. Social bookmarking juga kerap disebut collaborative tagging, social indexing, social classification, dan social tagging.

Do-Follow Vs No-Follow
Bookmark-bookmark yang dibuat para pengguna social bookmarking terhadap website Anda membentuk suatu kumpulan backlink, yakni link dari website lain yang menuju ke website Anda sehingga meningkatkan kualitas SEO website Anda. Berdasarkan jenis link yang dibuat, social bookmark dibagi menjadi dua macam, Do-Follow dan No-Follow.

Social bookmark Do-Follow adalah social bookmark dengan link yang seratus persen menunjuk dan mengarahkan pengguna (serta mesin pencari) menuju ke suatu halaman web. Mesin pencari seperti Google akan mendeteksi link semacam ini sehingga memberi nilai positif terhadap halaman web tersebut. Social bookmark Do-Follow memberikan link juice kepada halaman web. Semakin banyak link Do-Follow yang menuju ke sebuah halaman web, semakin tinggi PageRank halaman web itu.

Sementara, social bookmark No-Follow adalah social bookmark dengan link yang tidak menunjuk ke halaman web lain. Para pengunjung tetap dapat mengklik social bookmark tersebut dan menerima halaman web yang terkait, seperti biasa. Akan tetapi, di mata mesin pencari, link No-Follow tidak berarti apa-apa, hanya sekadar teks. Maka, link No-Follow tidak memberikan link juice dan tidak membantu meningkatkan PageRank suatu halaman web.

Perbedaan Social Bookmark Do-Follow dan No-Follow 1

Lantas, apakah social bookmark Do-Follow lebih baik ketimbang social No-Follow? Tunggu sebentar. Tag No-Follow ini diciptakan untuk mencegah dan mengatasi masalah spam. Anda tahu, ketika orang-orang mulai memahami betapa penting keberadaan link Do-Follow bagi suatu halaman web, mereka mulai menghalalkan berbagai cara guna mendapatkan link Do-Follow sebanyak mungkin. Mereka membeli link, membayar orang untuk memasang link, menyalahgunakan fitur komentar untuk meng-spam link, dan lain-lain, semata-mata demi meningkatkan PageRank.

Mesin pencari mencium strategi tidak sehat ini, sehingga menciptakan tag No-Follow supaya tidak ditipu oleh link-link ‘palsu’. Kini, kebanyakan website telah secara otomatis menerapkan tag No-Follow terhadap link yang diposting di halaman mereka, meski, masih banyak pula orang yang melakukan strategi sebar link tersebut.

Tidak hanya itu, kini, mesin pencari juga bisa menghukum berat website yang tampak seperti tukang spam karena memiliki terlalu banyak link Do-Follow. PageRank-nya akan diturunkan sedemikian rupa.

Pada dasarnya, mesin pencari ingin backlink dibuat secara alami, yakni ketika seorang pengguna merasa suatu website cukup bermanfaat sehingga ia menandai website tersebut. Meski social bookmark No-Follow tidak memiliki nilai SEO, paling tidak kita dapat memperoleh traffic pengunjung. Jadi social bookmark No-Follow tetaplah penting! Kombinasi antara social bookmark Do-Follow dan No-Follow akan membuat website kita tampak lebih natural. Sehingga, cara terbaik meningkatkan PageRank halaman web adalah dengan memiliki sejumlah backlink Do-Follow dan No-Follow dalam kadar yang berimbang serta tidak berlebihan.

Semoga bermanfaat!