Seputar Tekno

Pentingnya Menggunakan IP Statik Dibanding IP Dinamik

Sebagai pemilik website, kita sering kali dihadapkan pada berbagai pertimbangan finansial. Pertanyaan-pertanyaan seperti “Bagaimana kita menghemat pengeluaran?” dan “Apa kita benar-benar memerlukan ini?” sudah terbilang sangat lazim. Berhemat untuk memaksimalkan profit merupakan hal yang baik. Akan tetapi, tindakan berhemat yang terlalu ekstrem (baca: pelit) bukanlah keputusan yang sungguh bijaksana.

Pentingnya Menggunakan IP Statik Dibanding IP Dinamik

Sekarang, kita akan membahas mengenai isu alamat IP statik. Banyak orang mengatakan bahwa alamat IP statik merupakan suatu hal yang diperlukan untuk setiap situs web. Banyak pula yang lebih memilih untuk tetap menggunakan alamat IP dinamik. Yang mana yang harus kita percayai?

Perbedaan antara alamat IP statik dan dinamik
Alamat IP adalah sederet angka 32-bit (dalam IPv4) yang mengidentifikasikan suatu perangkat di internet. Alamat IP saat ini direpresentasikan dalam empat bagian yang dipisahkan antara satu sama lain dengan tanda titik (misal: 192.168.0.1 atau 10.0.0.1). Angka-angka tersebut menjadi suatu nomor panggil dari komputer kita, mirip dengan nomor telepon, sebuah alamat unik yang memungkinkan sistem lain menemukan kita.

Untuk memahami seberapa pentingnya menggunakan IP statik, pertama-tama kita perlu mengerti mengenai perbedaan antara alamat IP statik dan alamat IP non-statik. Alamat IP statik disebut demikian karena alamat IP selalu tetap. Alamat IP non-statik (a.k.a. alamat IP dinamik) disebut demikian karena alamat IP berubah setiap interval waktu tertentu.

Komputer di rumah kita secara tipikal menggunakan IP dinamik yang diberikan oleh router rumah, yang disebut sebagai alamat IP privat, karena IP tersebut hanya dikenal oleh mesin-mesin di jaringan kita sendiri. Router kita juga memiliki IP dinamik sendiri yang diberikan oleh pihak penyedia layanan internet (Internet Service Provide / ISP), disebut sebagai alamat IP publik, karena dapat berkomunikasi dengan alamat IP publik lain di seluruh dunia.

Penggunaan alamat IP dinamik
Alamat IP dinamik digunakan karena keterbatasan jumlah alamat IP publik yang tersedia. Dengan alamat IP dinamik, pihak ISP dapat mengambil IP yang tidak lagi digunakan untuk diberikan kepada perangkat yang baru terkoneksi ke internet. Saat kita terhubung ke internet, router kita menerima paling tidak satu alamat IP publik yang dipinjamkan untuk interval waktu tertentu. Ketika interval waktu tersebut terpenuhi, biasanya ketika koneksi internet diputuskan (disconnection), alamat IP publik itu dikembalikan kepada ISP untuk diberikan kepada pelanggan lain.

Jelas saja, alamat IP dinamik merupakan suatu metode yang jauh lebih efisien bagi ISP, karena memungkinkan mereka untuk memiliki lebih banyak pelanggan daripada jumlah alamat IP publik. Tetapi, kelemahan alamat IP dinamik bagi kita adalah: IP kita bisa berubah setiap kali kita offline lalu kembali online. Sehingga, perangkat lain tidak akan bisa menemukan Anda kembali setiap kali IP Anda berubah.

Pentingnya Menggunakan IP Statik
Kebanyakan bisnis menggunakan internet berkecepatan tinggi untuk menjalankan server privat maupun publik. Dalam hal ini, kita ingin alamat IP kita tetap konstan, tidak berubah-ubah, supaya orang lain akan selalu tahu bagaimana cara mengontak server kita.

Alamat IP statik juga diperlukan untuk server dari suatu nama domain atau akun email tertentu. Dengan kata lain, urusan website pun termasuk dalam hal ini. Tanpa alamat IP statik, ketika modem atau router yang digunakan server perlu dimatikan, maka IP server bisa berubah setiap server dinyalakan kembali. Akibatnya, pengguna tidak bisa mengakses nama domain atau akun email tersebut sampai kita melakukan sedikit pengaturan ulang. Dengan alamat IP statik, identitas server akan selalu tetap meski koneksi ke internet diputuskan sementara, misal untuk maintenance. Pengguna akan bisa mengakses server seperti biasa begitu server kembali siap.

Alamat IP statik juga akan sangat membantu dalam membangun Virtual Private Network (VPN) di kantor untuk memungkinkan akses data dari jarak jauh. Tanpa identitas yang tetap, VPN kantor akan sangat sukar untuk dihubungi. Bayangkan jika setiap setelah sesi maintenance, semua perangkat yang harus terhubung ke VPN kantor harus diatur ulang supaya menghubungi alamat IP yang baru dan bukan yang lama.

Memang, sebuah alamat IP statik yang khusus didedikasikan untuk penggunaan kita akan membutuhkan biaya sedikit lebih banyak dibandingkan dengan sebuah alamat IP dinamik. Tetapi, demi efisiensi dan efektivitas, yang kemudian akan meningkatkan kualitas dan produktivitas, kenapa tidak?

Semoga bermanfaat!