Seputar Tekno

Pengertian Integration Testing

Pada kesempatan sebelumnya, Sobat Gaptex telah mengetahui tentang Regression Testing yang termasuk dalam pengujian perangkat lunak. Selain pengujian regresi, ternyata masih banyak pengujian yang harus dilakukan dalam memerika apakah software tertentu sudah layak digunakan atau belum. Salah satu pengujian penting adalah Integration Testing.

Pengertian Integration Testing

Integration Testing merupakan pengujian hasil dari penggabungan komponen atau unit-unit yang berinteraksi di dalam sebuah software. Umumnya para penguji akan mengetes bagaimana unit-unit tersebut bekerja dalam suatu kombinasi dan bukan lagi sebagai satu unit individual. Contohnya saat penguji mengklik Check Login > Input Usernamedan Password yang benar lalu tekan button login > masuk ke dalam Home.

Pada tahapan Integration Testing, input berupa modul-modul yang sudah di uji sebelumnya dalam tahapan unit testing lalu masuk proses ke dalam sub-integration testing yang kemudian akan dihasilkan output tertentu. Output inilah yang nantinya akan diproses ke tahapan selanjutnya yaitu system testing. Dalam Integration Testing, penguji software harus memastikan hasil dari beberapa fungsi tersebut apakah telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan juga mereka harus yakin bahwa output hasil sesuai dengan yang diharapkan pula.

Untuk melakukan Integration Testing, terdapat 3 teknik umum yang sering digunakan oleh penguji software, yaitu:

1. Bigbang Integration Testing
Teknik ini mencakup semua komponen atau modul yang terintegrasi sekaligus dan nantinya akan di uji secara keseluruhan. Keuntungan dalam memakai teknik tersebut adalah cocok untuk sistem yang lebih kecil.

2. Top-down Integration Testing
Pengujian berlangsung dari atas ke bawah dengan mengikuti aliran kontrol dan struktur arsitektur. Kemudian komponen atau sistem akan diganti oleh stub. Kelebihan saat software tester menggunakan teknik adalah lebih mudah melacak bug atau cacat dalam desain utama.

3. Bottom-up Integration Testing
Teknik ini bisa dikatakan kebalikan dari Top-down. Pengujian berlangsung dari bawah kontrol lalu mengalir ke atas. Komponen atau sistem akan diganti oleh driver. Kelebihan dari Bottom-up Integration Testing yaitu pengujian bisa lebih teliti dan mudah melacak bug jika terjadi kegagalan di sistem.