Seputar Tekno

Pengertian Functional Testing

Testing atau pengujian merupakan bagian yang sangat penting dalam sebuah development sistem informasi dan commercial software atau perangkat lunak komersil yang dijual ke publik. Biasanya testing menjadi proses evaluasi sistem atau komponen yang di dalam software dengan maksud untuk menemukan apakah perangkat lunak tersebut sesuai dengan kebutuhan atau tidak.

Pengertian Functional Testing

Hasil dari testing ini adalah penemuan keadaan software secara aktual yang diharapkan para developer. Secara sederhananya, testing dilakukan untuk mengeksekusi sistem untuk mengidentifikasi kesenjangan, error dan hilangnya kebutuhan dari perangkat lunak yang aktual sesuai dengan kebutuhan yang di inginkan.

Biasanya, testing tidak dilakukan oleh satu pihak saja melainkan oleh beberapa orang profesional yang mencakup software tester, software developer, project lead atau manager dan end user. Salah satu dari tipe testing yang sering terdengar adalah Functional Testing. Sesuai namanya, Functional Testing adalah pengujian yang dilakukan untuk memerikasi fungsi-fungsi yang terdapat di aplikasi software yang sedang dibangun. Contohnya, fungsi button save, edit, atau delete. Sang penguji harus dapat membuktikan bahwa record tersebut benar-benar berjalan sesuai fungsinya masing-masing.

Contoh lainnya agar mudah dipahami adalah saat Anda diminta untuk memasukkan data di aplikasi tertentu dan data yang harus di ketik adalah angka. Saat si penguji memasukkan huruf atau spesial karakter lainnya, sistem software harus dapat mengeluarkan warning yang memberitahukan jika data input tersebut sebenarnya salah. Functional Testing memiliki 5 tahapan yaitu:
· Penentuan fungsionalitas yang dibutuhkan terhadap software
· Penentuan data pengujian yang sesuai dengan spesifikasi software
· Penentuan output berdasarkan spesifikasi dari software
· Penulisan uji skenario dan eksekusi pengujian
· Perbandingan antar hasil aktual dan hasil yang diharapkan sang penguji berdasar pada rencana pengujian

Berbeda dar Functional Testing, ada pula Non- Functional Testing yang mencakup performance testing seperti kecepatan, stabilitas, kapasitas dan skalabilitas. Kemudian di dalamnya ada pengujian Load, Stress, Usability, Security, dan Portability. Maksud dari Non- Functional Testing tersebut yakni penguji harus melakukan tes tertentu untuk melihat apakah software sudah memenuhi target yang diharapkan. Pengujian ini lebih mengarah ke standarisasi dan quality dari suatu produk.