Seputar Tekno

Pengertian E-Learning

Kemajuan teknologi telah membawa pengaruh besar ke berbagai bidang kehidupan. Kini teknologi modern semakin terintegrasi ke kehidupan sehari-hari, sehingga menciptakan label-label baru seperti awalan “E-“, misalkan: E-Business, E-Commerce, E-Government, hingga E-Learning. Lalu, apa persisnya yang dimaksud dengan E-Learning?

Pengertian E-learning
E-Learning adalah suatu sistem pembelajaran yang disusun menggunakan sistem komputer sehingga memungkinkan proses pembelajaran jarak jauh tanpa mengharuskan tatap muka secara langsung antara guru dan murid. Dengan kata lain, e-Learning merupakan suatu metode pembelajaran jarak jauh yang memanfaatkan teknologi komputer dan jaringan komunikasi. e-Learning merupakan suatu bentuk jaringan, sehingga mampu memperbaiki, menyimpan, memunculkan kembali, mendistribusikan, dan membagikan informasi pembelajaran.

Beberapa karakteristik E-Learning yakni:
– Memanfaatkan teknologi elektronik.
– Memanfaatkan keunggulan komputer, yakni dukungan media digital dan jaringan.
– Menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri (self-learning materials) kemudian disimpan di komputer, sehingga dapat diakses kapan saja dan dimana saja.
– Jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil pembelajaran, dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat diakses setiap saat melalui komputer.

E-Learning sangat bermanfaat ketika diterapkan dalam praktik di bidang pendidikan. Dari segi fleksibilitas, e-Learning memungkinkan murid memilih waktu dan tempat untuk mengakses pembelajaran, juga memungkinkan pengajar untuk menyiapkan dan mengunggah materi kapan pun dan di mana pun. Dengan fleksibilitas tersebut, E-Learning membuat proses pembelajaran murid menjadi mandiri dan diharuskan untuk belajar secara bertanggungjawab demi keberhasilannya sendiri.

E-Learning juga meningkatkan efisiensi pembiayaan pendidikan, karena tidak membutuhkan fasilitas fisik sebanyak metode pembelajaran tradisional. Kita tidak butuh banyak buku apabila kita dapat mengerjakan tugas secara digital.

Akan tetapi, E-Learning bukan tanpa kekurangan. Beberapa pihak mengkritik metode E-Learning karena interaksi antara pengajar dan murid, serta antar murid, sangat kecil. Hal ini akan berpengaruh besar terhadap skill sosial murid, sebab interaksi di lingkungan sekolah tradisional merupakan salah satu media pembelajaran skill sosial paling efektif. Murid dapat merasa terisolasi dalam proses pembelajaran karena merasa sendirian. Penerapan E-Learning juga dipandang cenderung menumbuhkan aspek bisnis atau komersial dalam dunia pendidikan. Tidak di semua tempat tersedia fasilitas komputer dan internet, dan tidak semua peserta didik memiliki akses komputer dan internet.

Kemajuan teknologi memang membawa pengaruh baik, tetapi setiap perubahan juga membawa efek negatif. Jadi, penerapan E-Learning tetap harus dilakukan dengan sebijaksana mungkin.