Seputar Tekno

Ketika Windows 7 Tak Lagi Aman

Walaupun Microsoft telah meluncurkan sistem operasi terbarunya, Windows 10, namun tak elak para pengguna komputer masih menggunakan Windows 7. Hal ini terbukti dari data terakhir yang di ungkap pada Desember 2016 lalu yang menunjukkan Windows 7 mendapatkan poin pengguna OS Microsoft sebesar 48 %, sementara untuk Windows 10 hanya 24 %.

Ketika Windows 7 Tak Lagi Aman

Sesuai data tersebut, Microsoft mengingatkan kepada semua pengguna Windows 7 bahwa sistem operasi itu sudah terlalu lama dan rentan terkena serangan. Melalui unggahan baru, Microsoft berkata bahwa Windows 7 merupakan platform lawas dengan banyak keterbatasan, baik dari sisi keamanan maupun hardware. Apalagi dalam waktu dekat, segala dukungan buat sistem operasi itu mulai dihentikan.

“Saat ini Windows 7 tidak lagi memenuhi kebutuhan teknologi modern, termasuk bagi kebutuhan perangkat dengan keamanan tinggi,” ucap Markus Nitschke, Head of Windows Microsoft Germany seperti dikutip dari Forbes, Minggu (22/1/2017).

Beberapa perusahan manufaktur juga telah menghentikan pembaruan dukungan driver untuk Windows 7. Ditambah lagi, Microsoft mengumumkan batas akhir dukungan untuk sistem operasi tersebuat saat Januari 2020.

Dilain kesempatan, Microsoft terus berupaya meningkatkan jumlah pengguna Windows 10. Chief Marketing Officer Microsoft, Chris Capossela pun mengakui cara perusahaan untuk mendorong pertumbuhan itu terbilang agresif. Karena itu, banyak customer yang melayangkan kritik sebab pembaruan dilakukan dengan ‘memaksa’ pengguna. Terlebih lagi, ukuran file yang terbilang besar dengan durasi cukup sering membuat pengguna kewalahan.

Untuk itu, Microsoft memberikan solusi untuk membuat file unduhan update Windows menjadi lebih kecil. Perusahaan berbasis di Redmond itu menyiapkan ‘Unified Update Platform’, yang menawarkan ukuran pembaruan lebih minim.