Tips & Trik

Info Perizinan Usaha POM & P-IRT di Indonesia

Bagi sobat Gaptex yang berkecimpung di industri rumah tangga dan menengah, tentu mengurus perizinan usaha merupakan hal yang sangat penting. Sebab, tanpa izin usaha dan izin edar yang jelas, penjualan tak akan bisa dilakukan secara bebas dan maksimal. Justru bisa-bisa Anda dianggap melakukan tindakan ilegal yang melawan hukum.

Info Perizinan Usaha POM & P-IRT di Indonesia

Nah, sebelum segala sesuatu menjadi lebih ruwet, ada baiknya Anda mempelajari tentang berbagai jenis perizinan yang ada di Indonesia dan apa saja hal-hal penting yang berhubungan dengan itu.

PIRT dibutuhkan bagi Industri Makanan skala Rumah Tangga sedangkan MD dan ML dibutuhkan bagi Industri yang lebih besar.

Izin BPOM
Ini merupakan izin tertinggi yg harus dan wajib di miliki oleh setiap perusahaan obat-obatan, kosmetik dan supplemen makanan di Indonesia. FYI, BPOM adalah satunya lembaga di Indonesia yg bertugas MENGAWASI dan MENGATUR peredaran obat-obatan, kosmetik dan supplemen makanan di Indonesia, bukan Departemen Kesehatan.

Izin DEP KES POM TR
Untuk industri skala rumah tangga (kecil), maka perizinan yang bisa dibuat adalah izin industri rumah tangga.

Berikut ketentuan PIRT menurut BPOM :
Pangan yang diproduksi TIDAK BOLEH berupa :
1. Susu dan hasil olahannya
2. Daging, ikan, unggas dan hasil olahannya yang memerlukan proses dan atau penyimpanan beku
3. Pangan kaleng berasam rendah (PH> 4,5)
4. Pangan bayi
5. Minuman beralkohol
6. Air Minum Dalam Kemasan (AMDK)
6. Pangan lain yang wajib memenuhi persyaratan SNI
7. Pangan lain yang ditetapkan oleh Badan POM.

Catatan lain
Jamu dan supplemen makanan yang tidak diklaim dapat menyembuhkan penyakit dapat menggunakan perizinan PIRT. Tetapi jika terdapat klaim dapat mengobati dan menyembuhkan penyakit, maka perizinan yang harus dimiliki harus berasal dari BPOM.

Semoga bermanfaat!