Blogging

Cara Membuat Plugin Site Specific di WordPress

Plugin site-specific pada WordPress adalah sebuah tempat spesifik untuk menambahkan snippet yang menjalankan fungsi atau fitur tertentu yang tidak berhubungan dengan tema. Dari waktu ke waktu, Anda pasti akan menemukan artikel-artikel tutorial mengenai WordPress yang membagikan snippet yang bebas digunakan. Kebanyakan di antara mereka menyarankan untuk menambahkan snippet di file functions.php tema. Inilah saat dimana Anda memerlukan sebuah plugin site-specific, yang pada esensinya akan berfungsi serupa dengan file functions.php tema, tetapi memungkinkan Anda untuk mempertahankan fitur-fitur tersebut ketika harus mengganti tema.

Cara Membuat Plugin Site Specific di WordPress

Mengapa perlu Plugin Site Specific?
Seperti yang telah dikatakan di atas, plugin site-specific memungkinkan Anda untuk mempertahankan semua fitur tambahan penting pada website Anda ketika Anda perlu mengubah atau memodifikasi tema. Fungsionalitas yang dapat digolongkan sebagai plugin site-specific yakni fitur independen yang tidak bergantung pada tema tertentu, seperti penambahan jenis post kustomisasi dan penambahan shortcode. Fitur-fitur tersebut merupakan sesuatu yang bakal selalu Anda butuhkan pada website Anda tanpa peduli Anda mengubah tema atau tidak. Coba bayangkan, bagaimana jika Anda mematikan sebuah tema dan tiba-tiba seluruh shortcode di website Anda menghilang?

Alasan lain dari mengapa kita memerlukan plugin site-specific yakni sebagai tindak pencegahan white screen of death. Sering kali, pemula di dunia WordPress menyalin snippet dari internet ke dalam file functions.php tema website mereka sembarangan, dalam format yang salah. Yang terjadi kemudian: white screen of death. Website si pengguna rusak dan tidak dapat diakses, sementara si pengguna sendiri terkunci di luar tanpa dapat masuk ke panel admin untuk memperbaiki kesalahan. Dengan menggunakan plugin site-specific sebagai tempat menaruh snippet, jika terjadi kesalahan, fitur plugin editor akan mendeteksi error dan segera mematikan plugin tersebut. Tentu saja, website Anda akan down untuk beberapa saat, tetapi Anda dapat masuk ke panel admin dan melakukan perbaikan.

Bagaimana membuat Plugin Site Specific WordPress?
Mungkin beberapa di antara kita berpikir bahwa cara membuat plugin site-specific di WordPress itu super susah. Kenyataannya, tidak juga.

Pertama, silahkan buat folder baru di direktori plugins. Contoh: /wp-content/plugins/NamaWebsiteAnda-plugin/.

Buka sebuah file kosong dan simpan dengan nama “NamaWebsiteAnda-plugin.php”.

Masukkan kode berikut di dalam file tersebut.
01 <?php
02 /*
03 Plugin Name: Site Plugin for example.com
04 Description: Site specific code changes for example.com
05 */
06 /* Start Adding Functions Below this Line */
07
08
09 /* Stop Adding Functions Below this Line */
10 ?>

Upload file ini ke folder yang telah Anda buat. Lalu, aktifkan plugin site-specific tersebut.

Dari sekarang, kami merekomendasikan untuk menambahkan snippet ke dalam plugin site-specific alih-alih ke file functions.php tema.

Semoga bermanfaat!