BloggingSeputar Tekno

Apa Itu VPS?

Sobat Gaptex, mungkin sebagian dari Anda masih bertanya-tanya mengenai apa itu VPS. Kita sering menyebut-nyebut istilah tersebut dalam beberapa artikel sebelumnya. Kali ini, kita akan membahas secara mendetail mengenai apa itu VPS.

Apa Itu VPS

VPS merupakan salah satu jenis layanan hosting. VPS memiliki kepanjangan Virtual Private Server. Jika di-Indonesiakan, artinya server virtual pribadi. Sehingga, bisa dibayangkan bahwa VPS itu seperti server milik pribadi yang virtual, tidak benar-benar ada (atau, paling tidak, tidak benar-benar pribadi). Secara teknis, VPS merupakan suatu layanan hosting gabungan antara shared hosting dengan dedicated hosting. VPS adalah suatu jenis layanan hosting yang menyerupai layanan dedicated server di dalam lingkungan shared hosting.

Bila kita menggunakan dedicated server, artinya kita menyewa keseluruhan utuh sebuah server. Hal ini merupakan suatu pilihan yang amat baik dan paling optimal bagi website yang memiliki traffic dalam jumlah super masif, serta bagi orang yang membutuhkan pengaturan server lebih jauh. Sebab, dalam layanan dedicated server, kita diizinkan untuk mengakses nyaris semua pengaturan dan direktori yang ada. Namun, dedicated server bukanlah pilihan terbaik bagi semua orang, karena layanan ini tipikal membutuhkan biaya yang tidak murah.

Pada shared hosting, kita hanya menyewa sebagian kecil dari sebuah server, yang juga bisa disewa dan digunakan oleh orang lain. Shared hosting merupakan pilihan yang paling murah, tetapi kita tidak dapat mengakses pengaturan-pengaturan server yang mendalam, dan kita berbagi sumber daya dengan konsumen lain.

Dalam VPS hosting, pada dasarnya kita masih menggunakan layanan shared hosting, tetapi server yang digunakan telah disekat-sekat menjadi beberapa kontainer atau ruangan. Tentu saja setiap kontainer atau ruangan telah menerima porsi bandwidth sendiri-sendiri. Dalam VPS hosting, setiap pengguna dimungkinkan untuk mengakses pengaturan yang lebih ekstensif daripada shared hosting.

Teknologi dibalik VPS hosting mirip dengan VMware dan Virtual Box – kedua program ini memungkinkan kita untuk menjalankan beberapa sistem operasi virtual pada satu mesin tanpa perlu melakukan restart. Dalam lingkungan VPS hosting, meski hanya tersedia satu server, kita bisa menjalankan beberapa sistem operasi virtual secara sekaligus. Masing-masing sistem operasi virtual tersebut dapat bertindak seolah-olah sebagai dedicated server tersendiri. Sehingga, Anda bisa mendapatkan berbagai fitur dedicated server di lingkungan shared hosting.

Apa saja manfaat VPS?
Bisa dikatakan, keunggulan VPS berada di atas shared hosting, tetapi masih di bawah dedicated hosting. VPS hosting memberikan keterjangkauan harga untuk kontrol dan kekuatan yang lebih tinggi daripada shared hosting.

Privasi
Karena Anda tidak berbagi sistem operasi dengan konsumen lain, tidak ada website di dalam server yang Anda gunakan yang berpotensi mendapatkan akses ke file-file Anda.
Kustomisasi
Karena Anda memiliki sistem operasi sendiri, maka Anda juga memiliki aplikasi-aplikasi server milik sendiri. Berbeda dengan shared hosting, jika Anda perlu mengubah pengaturan-pengaturan tertentu di Apache, PHP, atau MySQL, Anda bebas untuk melakukannya.
Kontrol
Jika Anda baru selesai menginstal aplikasi server yang membutuhkan restart sistem, Anda bisa melakukannya kapan pun. Meski secara teknis Anda masih berbagi server dengan pengguna lain, VPS Anda bisa di-restart tanpa mengganggu VPS lain.
Sumber daya terdedikasi
Masing-masing VPS telah menerima porsi RAM dan bandwidth sendiri-sendiri, sehingga secara teoritis tidak ada pengguna yang bisa memonopoli keseluruhan sumber daya server.

Namun, kekuatan VPS masih di bawah dedicated server. Kenapa? Pertama, VPS memang memberikan kontrol lebih jauh daripada shared hosting, tetapi tetap ada pengaturan server dan direktori root yang tidak dapat diakses oleh pengguna. Sementara, di dedicated server, pengguna bisa mendapatkan hak akses penuh. Kedua, jumlah sumber daya yang diberikan VPS masih jauh lebih kecil daripada dedicated server. Ketiga, meski secara teoritis sebuah VPS tidak akan dipengaruhi oleh VPS lain, dalam prakteknya performa sebuah VPS tetap dapat terpengaruh oleh VPS lain, terutama ketika terjadi lonjakan-lonjakan traffic. Memang, pengaruh dari pengguna lain tidak se-signifikan di shared hosting.

Kapan kita memerlukan VPS hosting?
Kita perlu upgrade dari shared hosting ke VPS hosting ketika kita membutuhkan kontrol dan akses server yang lebih jauh, tetapi belum membutuhkan kekuatan sebesar dedicated server. VPS hosting juga merupakan pilihan ketika website kita mulai menerima traffic dalam jumlah yang signifikan, atau ketika kita tidak ingin diganggu terus-menerus oleh website lain.

Semoga bermanfaat!