PCSeputar Tekno

Apa Itu Unified Extensible Firmware Interface (UEFI)?

Unified Extensible Firmware Interface (UEFI, dibaca seperti kata Bahasa Inggris ‘unify’ tetapi tanpa huruf n) adalah sebuah spesifikasi yang mendefinisikan interface antara sistem operasi dengan platform firmware. UEFI didesain untuk menggantikan Basic Input / Output System (BIOS), interface yang telah sejak sangat lama digunakan di komputer-komputer personal. UEFI diatur dan dikelola oleh sebuah badan industri bernama Unified EFI Forum.

Apa Itu Unified Extensible Firmware Interface (UEFI)

Jika Anda sudah cukup lama berhubungan dengan hardware komputer, kemungkinan besar Anda sudah tahu bahwa sebagian besar komputer di dunia ini sudah ketinggalan zaman beberapa puluh tahun. BIOS, yang digunakan di kebanyakan komputer, hanya memiliki ruang untuk eksekusi instruksi sebesar 1.024 KB. Sehingga, tidak mengherankan jika BIOS mengalami kesulitan dalam mengaktifkan beberapa perangkat, port, dan periferal seperti USB, ThunderBolt, eSATA, di PC modern. Ketika dirancang, BIOS memang tidak didesain untuk menangani banyak alat. Akibatnya, butuh waktu lama bagi PC modern untuk memulai dan menyelesaikan proses boot.

Bahkan sebelum abad ke-21, perusahaan-perusahaan teknologi sudah menyadari bahwa BIOS sudah usang, tetapi mereka belum punya ide mengenai bagaimana cara menggantinya. Tahun 1998, Intel memulai pengembangan Intel Boot Initiative (IBI), belakangan dikenal sebagai Extensible Firmware Interface (EFI), untuk menggantikan BIOS. Perusahaan-perusahaan lain tidak langsung mendukung proyek tersebut, terutama saingan-saingan Intel yang juga merupakan vendor chip. Baru pada tahun 2007, Intel bersama AMD, Apple, AMI, Dell, IBM, HP, Phoenix Technologies, Lenovo, dan Microsoft setuju untuk menggunakan UEFI (Unified Extensible Firmware Interface, nama baru bagi EFI) sebagai pengganti universal bagi BIOS.

Meskipun dikatakan demikian, UEFI bukanlah sebuah semata-mata pengganti BIOS. UEFI lebih cocok dideskripsikan sebagai suatu sistem operasi mini yang menangani hardware serta firmware komputer. Alih-alih disimpan di firmware, seperti BIOS, UEFI disimpan di direktori /EFI/ yang terletak di memori non-volatile. Sehingga, UEFI bisa berada di flash memory NAND di motherboard, di hard drive, atau bahkan di jaringan. UEFI juga mampu melakukan diagnosa dan perbaikan firmware komputer tanpa sistem operasi.

Keunggulan Unified Extensible Firmware Interface (UEFI)
UEFI secara garis besar jauh lebih unggul ketimbang BIOS. UEFI dapat bekerja dengan ukuran disk berapa pun dan mampu mengerjakan proses boot komputer dengan waktu lebih singkat. Pada MBR di BIOS, disk yang dapat digunakan maksimal berukuran 2.2 TB, sehingga komputer-komputer high-end model terbaru yang menggunakan disk berukuran lebih besar hanya bisa menggunakan UEFI.

UEFI menggunakan GUID untuk menggantikan MBR. GUID mampu melakukan partisi tanpa limitasi jumlah, berbeda dengan MBR yang hanya mengizinkan empat buah partisi fisik.

Mengapa UEFI masih belum begitu terkenal?
UEFI masih tidak begitu terkenal, terutama di kalangan awam, karena sejauh ini UEFI hanyalah sebuah framework. Jika sebuah perusahaan hendak memberikan dukungan penuh terhadap UEFI, ia harus membuatnya, dan hal tersebut tidaklah murah. IBM, HP, dan Apple telah berkomitmen dalam pembuatan UEFI, tetapi banyak perusahaan lain yang belum mengikuti langkah mereka.

UEFI juga terkendala masalah kompatibilitas. Sebagian besar sistem di dunia masih berbasis BIOS. Memang, UEFI mendukung beberapa fitur BIOS, tetapi tidak sepenuhnya. Di sistem operasi Windows pun hanya versi 64-bit yang mendukung UEFI.

Semoga bermanfaat!