Seputar Tekno

Apa Itu Tor?

Meski internet telah benar-benar mengembangkan kemampuan manusia untuk berbagi wawasan, internet juga membuat isu privasi menjadi rumit. Orang-orang mengkhawatirkan bahwa informasi personal, termasuk aktivitas mereka di internet, bisa diawasi oleh pihak lain tanpa izin mereka. Bukan cuma agen pemerintahan yang bisa melacak pergerakan online seseorang, tetapi juga korporasi-korporasi, yang semakin hari jadi semakin berani dalam menggunakan segala informasi guna menargetkan iklan kepada berbagai kalangan pengguna. Di tengah panasnya topik privasi serta pengumpulan data dan informasi, sebuah browser bernama Tor menjadi populer. Apa itu Tor?

Apa Itu Tor

Tor adalah sebuah software yang memungkinkan penggunanya untuk berselancar di internet secara anonim. Dikembangkan oleh Tor Project, sebuah organisasi non-profit yang menggadang-gadangkan anonimitas di internet, Tor mula-mula dinamai The Onion Router, sebab ia menggunakan suatu teknik yang disebut ‘onion routing’ untuk menyembunyikan informasi mengenai aktivitas penggunanya. Cukup menarik juga, organisasi ini menerima pembiayaan dari pemerintah Amerika Serikat, yang menganggap Tor sebagai suatu alat untuk mengembangkan demokrasi di negara-negara otoriter.

Bagaimana cara kerja Tor? Ada dua askep kunci dalam onion routing.
Pertama, jaringan Tor dibangun dari sekelompok sukarelawan yang menggunakan komputer mereka sebagai ‘node’ atau simpul atau titik henti. Seperti yang kita ketahui, informasi dikirimkan di jaringan internet dalam bentuk paket-paket data.

Dalam mekanisme kerja internet biasa, komunikasi terjadi antara komputer pengguna dengan web server saja (tidak selalu, tetapi secara sederhana dan pada dasarnya demikian). Tetapi hal ini berbeda dengan Tor. Ketika pengguna Tor hendak mengunjungi suatu website, paket-paket data yang mereka kirimkan tidak langsung menuju ke web server website tersebut, melainkan harus berjalan melalui serangkaian jalur node yang dibangun secara acak terlebih dahulu.

Aspek kunci kedua yakni mengenai bagaimana paket-paket data dalam jaringan Tor dibangun. Biasanya, sebuah paket data yang dikirimkan melalui internet akan menyertakan alamat pengirim dan alamat penerima, seperti surat. Ketika menggunakan Tor, paket data asli akan dibungkus oleh berlapis-lapis layer tambahan, seperti lapisan bawang (onion). Saat si pengguna mengirimkan paket tersebut, lapisan layer terluar akan memerintahkan agar paket dikirim ke node A. Begitu sampai, node A melepaskan lapisan layer pertama. Lapisan layer kedua kemudian memerintahkan agar paket dikirim ke node B. Begitu sampai di node B, lapisan layer kedua akan dilepaskan, dan begitu seterusnya hingga tiba di destinasi utama.

Masing-masing node tidak dapat mengetahui destinasi utama, yang dapat mereka ketahui hanyalah dari node mana paket berasal dan ke node mana paket menuju. Tidak satu pun node juga yang mau repot-repot memeriksa isi paket data asli, karena setiap lapisan layer melakukan enkripsi data.

Bagaimana cara mendapatkan Tor?
Yah, browser Tor tersedia secara gratis. Anda hanya perlu mengunduh lalu menginstalnya. Browser Tor merupakan hasil modifikasi terhadap Firefox untuk Windows, Mac OS X, dan Linux. Browser Tor juga hadir dalam bentuk aplikasi Android bernama Orbot. Tetapi, sebelum Anda buru-buru men-downloadnya, ingatlah bahwa Tor mungkin bakal sulit digunakan melalui jaringan dengan firewall dan/atau sistem keamanan lain. Lebih lanjut, penggunaan yang sembarangan juga tetap bisa merusak anonimitas si pengguna.

Tor dan Deep Web (dan Dark Web)
Tor memang merupakan alat yang amat berguna untuk melindungi privasi penggunanya, tetapi bukan cuma itu fungsinya. Penggunaan lain Tor, yang sedikit lebih kurang populer, yakni untuk mengakses Deep Web.

Deep Web adalah potongan masif dari keseluruhan Web, yang tidak (atau tidak bisa) diindeks oleh mesin pencari. Jika selama ini kita hanya mengenal Web melalui Google, semua hasil pencarian itu baru seporsi super-kecilnya saja. Sebagian besar isi Deep Web tidak berbahaya, dan kebanyakan hanyalah ‘sekadar’ informasi yang tidak bisa diakses melalui mesin pencari.

Tor juga memungkinkan halaman web untuk melindungi anonimitasnya sendiri, dengan menggunakan ‘onion address’ yakni sebuah kode 16 karakter yang berfungsi untuk menggantikan URL tradisional. Nah, fitur semacam ini dimanfaatkan berbagai pihak untuk membuat halaman-halaman web siluman yang hanya bisa diakses melalui protokol tertentu. Di antara halaman-halaman web siluman tersebut, banyak pula yang difungsikan untuk melayani aktivitas-aktivitas ilegal, seperti penjualan narkotika, virus dan malware, hingga jasa hitman. Muncullah istilah baru, Dark Web, yang merujuk pada dunia hitam di dalam Deep Web.

Tor memiliki banyak manfaat, tetapi juga mengundang resiko dan bahaya baru. Browser Tor itu sendiri juga memiliki kelemahan terhadap serangan cyber. Jadi, tetaplah berhati-hati dan jadilah pengguna yang bijaksana.

Semoga bermanfaat!