Seputar Tekno

Apa itu Smart Home (Rumah Pintar)?

Jika Anda adalah orang yang sering mengikuti perkembangan teknologi, tentunya Anda sudah mengetahui bahwa kini terdapat inovasi terbaru dalam teknologi yaitu rumah pintar atau Smart Home. Rumah pintar mulai dikembangkan sejak lama dan pada tahun 2015 lalu, keberadaannya semakin ramai karena orang-orang ingin menikmati bagaimana nikmatnya memiliki rumah pintar tersebut.

Apa itu Smart Home (Rumah Pintar)

Di Negara Indonesia sendiri, teknologi smart home ini sudah tidak asing lagi. Beberapa rumah yang berada di kota-kota besar seperti Jakarta, telah dilengkapi dengan teknologi rumah pintar. Bahkan sekarang smart home juga merambah ke bisnis apartemen. Lantas apa itu smart home? Mari kita simak penjelasannya.

Rumah pintar merupakan desain rumah yang memakai teknologi smart system di dalamnya, terutama untuk meminimalisasi penggunaan listrik. Dengan hanya menggunakan gadget, sang pemilik rumah pun dapat mengatur sesuka hati pengelolaan lampu atau mengecek penggunaan listrik dari jauh. Oleh sebab itu, pemakaian AC, Water Heater, lampu dan peralatan elektronik lainnya dapat di non-aktifkan selagi pemilik rumah tidak berada di rumah, sehingga tidak boros listrik.

Sebagai contohnya, Anda dapat menutup jendela sebelum hujan turun atau saat menyalakan AC dan kipas angin ketika suhu dan kelembaban ruangan berubah. Anda juga dapat mengatur pencahayaan di ruangan, menyesuaikan dengan kondisi sekitar dan menyalakan lampu saat seseorang masuk dan mematikannya ketika orang tersebut keluar dari ruangan.

Selain dari sisi perangkat teknologi, rumah pintar dapat mendorong para produsen material bangunan untuk menciptakan produk-produk yang berteknologi nano, tahan kotor dan mampu menyesuaikan dengan suhu tubuh secara otomatis. Karena, bangunan yang cocok untuk huni selama 10 hingga 20 tahun mendatang ialah model hunian rumah pintar yang hemat energi dengan memakai material yang ramah lingkungan, nyaman, sehat dan tidak menggunakan banyak bahan kimia. Ditambah lagi, rumah pintar diyakini dapat meningkatkan produktivitas penghuninya.

Beberapa produsen yang banyak mengembangkan rumah pintar ini dengan menyematkan lapisan keamanan sebanyak 4 lapis. Bila dilihat dari dasarnya, teknologi smart home tentu saja menggunakan sistem operasi yang tak luput dai celah para cracker. Oleh sebab itu, smart home ditambahkan lapisan keamanan supaya tetap aman dan nyaman.