Seputar Tekno

Apa Itu ‘IP Conflict’ dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Pernahkah perangkat Anda menampilkan pesan error yang mengatakan sesuatu soal IP address conflict? Jika demikian, pasti kala itu Anda tidak dapat menghubungkan perangkat Anda ke internet, entah karena Anda tidak memiliki hak akses atau karena mendadak jaringan yang Anda gunakan jadi tidak bekerja.

Apa Itu ‘IP Conflict’ dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Meski IP address conflict bukanlah hal yang begitu sering terjadi, IP address conflict tetap saja menjadi masalah besar yang membuat para pengguna merasa amat tidak nyaman. Bagaimana jika kita tengah dikejar deadline untuk mengirimkan file penting, tetapi tiba-tiba koneksi internet tidak berjalan gara-gara IP address conflict? Kemungkinan besar, kita bakal ngamuk besar. Ngomong-ngomong, ketika terjadi IP address conflict, tidak cuma satu komputer yang bisa terkena dampak buruk. Lantas, bagaimana cara mengatasi masalah ini?

Apa itu IP conflict?
IP conflict terjadi ketika dua atau lebih komputer atau gadget (seperti smartphone ,tablet) dalam jaringan yang sama memperoleh IP address yang sama. IP address merupakan identitas unik setiap perangkat, tersusun atas sederetan angka. Tanpa IP address, kita tidak akan bisa terhubung ke sebuah jaringan. Ibarat makhluk halus yang tidak punya bentuk fisik, tanpa IP address, perangkat kita tidak akan bisa dikenali oleh perangkat lain. Tetapi, jika dua atau lebih perangkat memiliki identitas IP address yang sama, bisa terjadi kekacauan. Komputer tidak mengenal istilah saudara kembar.

Secara umum, IP conflict bisa teratasi sendiri seiring waktu berjalan. Namun, terkadang kita tidak bisa berharap pada waktu saja.

IP address conflict lebih sering terjadi di dalam LAN (Local Area Network), tetapi bukan berarti perangkat dalam jaringan jenis lain aman dari masalah ini. Masalah ini juga lebih umum terjadi terhadap alamat IP dinamik daripada alamat IP statik, sebab alamat IP statik diberikan secara manual dan permanen (satu lagi alasan untuk beralih dari alamat IP dinamik ke alamat IP statik!).

Penyebab
Seperti yang tadi dikatakan, IP conflict terjadi ketika dua atau lebih perangkat memiliki IP address yang sama. Jaringan jadi bingung mau mengirim data apa kepada siapa. Nah, penyebab dari pemberian IP address yang sama kepada beberapa perangkat berbeda ini agak beragam.

Sebuah server masa kini tidak akan melakukan kesalahan fatal tersebut terhadap klien-klien di bawahnya berkat protokol DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol). Akan tetapi, bila Anda memiliki lebih dari satu server DHCP yang beroperasi dalam satu jaringan yang sama, maka kesalahan fatal tersebut bisa terjadi. Jadi jangan iseng-iseng memasang lebih dari satu server DHCP kecuali jika Anda seratus persen paham bagaimana melakukan pengaturan yang benar.

Penyebab kedua yakni ketika sebuah perangkat dipasangi adapter jaringan lebih dari satu. Karena menerima IP address dari beberapa sumber sekaligus, perangkat tersebut bisa mengalami IP conflict dengan dirinya sendiri.

Penyebab lain yakni ketika sebuah perangkat tengah terhubung ke suatu jaringan, lalu masuk ke standby mode, kemudian ketika ia kembali aktif, ia terhubung ke jaringan lain. Ia masih memakai IP address dari jaringan sebelumnya sehingga mengalami konflik dengan perangkat lain yang kebetulan memiliki IP address yang sama.

Bagaimana cara mengatasinya?
Meski IP conflict dapat diperbaiki secara otomatis oleh server, terkadang butuh waktu lama untuk memberikan ulang IP address yang berbeda kepada perangkat-perangkat yang bermasalah. Cara manual paling cepat yakni dengan me-restart router jaringan Anda. Begitu router aktif kembali, ia akan memberikan ulang IP address yang unik kepada masing-masing perangkat.

Cara lain yang dapat dilakukan di sistem Windows yakni dengan melepas IP address yang bermasalah melalui command prompt. Buka command prompt, lalu ketik “ipconfig /release” dan tekan Enter. Server DHCP akan memberikan IP address baru kepada perangkat Anda.

Jika masih tidak bisa, maka Anda bisa mencoba mengatur setiap perangkat yang bermasalah agar mengambil IP address secara otomatis. Terkadang, ada perangkat yang bandel gara-gara salah pengaturan sehingga perangkat tersebut terus mempertahankan suatu IP address (kecuali, jika IP address-nya merupakan alamat IP statik).

Terakhir, jika Anda terlampau sering mengalami IP conflict, atau tidak satu pun cara di atas yang berhasil membantu Anda, maka kemungkinan besar server DHCP Anda bermasalah. Anda perlu melakukan pembaruan firmware server DHCP. Update terbaru biasanya selalu bisa didapatkan di website perusahaan pembuat perangkat yang Anda gunakan.

Semoga bermanfaat!