PCSeputar Tekno

Apa Itu GUID Partition Table (GPT)?

GPT memiliki kepanjangan GUID Partition Table, sementara GUID itu sendiri memiliki kepanjangan Globally Unique Identifiers. GPT merupakan sebuah standar yang menggunakan GUID untuk layout tabel partisi di hard disk. Meski merupakan bagian dari standar UEFI (Unified Extensible Firmware), yang telah diusulkan untuk menggantikan BIOS di komputer-komputer terbaru, GPT juga terkadang digunakan di sistem-sistem berbasis BIOS, sebab GPT dipandang lebih baik ketimbang MBR (Master Boot Record).

Apa Itu GUID Partition Table (GPT)

Kini, kebanyakan sistem operasi telah mendukung GPT, meski Mac OS X dan Microsoft Windows x86 hanya mendukung partisi GPT pada sistem dengan firmware UEFI, sedangkan FreeBSD dan Linux mendukung partisi GPT baik di sistem dengan firmware BIOS maupun UEFI.

Setiap disk harus dipartisi terlebih dahulu sebelum kita bisa mulai menggunakannya. Ketika Anda memasang disk baru di Windows 8 ataupun Windows 10, Anda akan ditanyai apakah hendak menggunakan MBR atau GPT. MBR dan GPT adalah dua cara yang berbeda untuk menyimpan informasi partisi di sebuah drive. MBR merupakan standar yang sudah lama ada, sementara GPT terbilang berusia lebih muda. MBR memiliki kompatibilitas yang lebih luas sehingga terkadang lebih dibutuhkan dalam beberapa kasus, sementara GPT memiliki keunggulan-keunggulan yang lebih ekstensif dalam aspek-aspek lain termasuk performa.

GPT merupakan standar partisi disk baru yang perlahan-lahan menggantikan MBR. GPT mula-mula digunakan oleh UEFI. Yah, bisa dibilang, UEFI hendak menggantikan BIOS, sementara GPT hendak menggantikan MBR. Ia menggunakan GUID, yakni sebuah string acak yang begitu panjang sehingga setiap partisi GPT di dunia memiliki identitas unik masing-masing yang berbeda satu sama lain.

Berbeda dengan MBR yang hanya dapat bekerja dengan disk berukuran maksimal 2 TB dan hanya dapat memiliki 4 partisi, GPT tidak memiliki batasan. Ia dapat bekerja dengan disk ukuran berapa pun dan dapat memiliki partisi sejumlah berapa pun. Batasannya hanya berasal dari sistem operasi yang digunakan; Windows hanya mengizinkan hingga 128 partisi untuk sebuah drive GPT.

Perbedaan lain antara MBR dan GPT adalah tempat penyimpanan informasi partisi dan data boot. Di MBR, seperti yang telah dijelaskan di artikel sebelumnya, semua diletakkan di satu tempat. Jika tempat ini rusak, maka komputer akan berada dalam masalah besar. Sedangkan di GPT, informasi partisi dan data boot disimpan dalam beberapa salinan yang ditempatkan di beberapa tempat. Hal tersebut memungkinkan komputer untuk menjalankan Cyclic Redundancy Check (CRC), guna mendeteksi apakah data dan instruksi boot mengalami kerusakan. Jika ya, GPT akan berusaha untuk memulihkan data yang rusak dari salinan data di lokasi lain.

GPT juga memiliki sebuah bagian bernama “protective MBR”. Bagian ini berfungsi untuk melindungi GPT dari tindakan overwrite. Ketika sebuah tool model lama berusaha membaca disk GPT, protective MBR akan mengatakan bahwa disk tersebut hanya memiliki satu partisi yang terbentang ke keseluruhan drive. Dengan demikian, tool model lama tidak akan salah menganggap disk GPT sebagai drive yang belum dipartisi sehingga berusaha melakukan partisi berdasarkan MBR.

Secara umum, GPT memang lebih unggul dibandingkan MBR. Jika memungkinkan, Anda hendaknya memilih menggunakan GPT. Akan tetapi, untuk sistem-sistem model lama, seperti Windows XP, GPT tidak dapat dikenali, sehingga kita harus menggunakan MBR.

Semoga bermanfaat!