Seputar Tekno

Wearable Device di Olimpiade Rio 2016

Saat ini, kita mengenal wearable device sebagai perangkat canggih yang dapat dipakai oleh manusia dengan tidak mengurangi fungsi dasar dari perangkat yang dimaksud. Contohnya, bisa berbentuk jam tangan, gelang, kacamata, pakaian, sepatu, dan lain-lain. Wearable device ternyata menjadi bagian tersendiri di Olimpiade Rio 2016 untuk menjaga para atlet agar tetap fit, terhindar dari cedera serius, dan mampu tampil lebih baik, lebih cepat, dan lebih kuat.

Wearable Device di Olimpiade Rio 2016

Berikut ini adalah wearable device yang dijumpai di Olimpiade Rio 2016 :

1. Visa NFC Ring
Sebagaimana diketahui selain MasterCard, Visa merupakan salah satu jaringan pembayaran transaksi keuangan yang memberikan berbagai fasilitas dan kemudahan. Di Olimpiade Rio 2016, visa adalah satu-satunya metode pembayaran yang diterima, Dan kini, para atlet, pelatih, dan pihak-pihak lainnya, tidak harus membawa kartu ATM atau kartu kredit untuk menggunakan visa.

Sebuah wearable device berbentuk cincin dirancang dengan fitur Near Field Communications (NFC). Perangkat yang dinamakan Visa NFC Ring tersebut dapat digunakan untuk bertransaksi keuangan di sepanjang venue olimpiade. Pengguna tinggal menempelkan cincin pada mesin EDC, seperti halnya menggesekkan kartu kredit ke mesin EDC.

2. LumiWave
Tim atlet senam dari Amerika Serikat terlihat menggunakan perangkat yang disebut LumiWave. Adapun wearable device ini berbentuk seperti gelang dengan delapan komponen persegi berpinggiran lengkung yang tali strap-nya bisa dibuka sehingga membuat gelang tidak melingkar lagi, tetapi menjadi seperti garis lurus.

LumiWave digunakan untuk menghilangkan rasa nyeri akibat cedera di lapangan. Prinsip kerjanya melibatkan teknologi Infrared Light Therapy untuk membantu mengurangi rasa sakit pada sendi dan otot para atlet. LumiWave memancarkan sinar inframerah melalui delapan komponen tadi ke jaringan tubuh untuk menyembuhkan luka dengan memperlancar aliran darah.

3. Whoop
Whoop adalah wearable device berbentuk gelang yang merekam data-data biometrik, seperti pola tidur, detak jantung, dan kondisi fisik lain ketika sedang latihan. Beberapa atlet yang terlihat mengenakan perangkat ini antara lain perenang Michael Phelps dan rekannya Ryan Lochte, serta atlet bola basket Kyle Lowry.

Setelah data-data biometrik berhasil direkam, Whoop selanjutnya melakukan kombinasi terhadap data-data tersebut untuk menghasilkan sebuah cetak biru. Cetak biru ini akan berisikan hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai sasaran dan menyusun strategi, sehingga para atlet dapat terus meningkatkan performa dan mencegah dari pola latihan yang berlebihan.

4. Solos
Solos adalah wearable device berbentuk kacamata yang digunakan tim atlet pesepeda. Kacamata ini akan menampilkan data-data penting secara real time ketika para atlet bersepeda, seperti data kecepatan, putaran pedal, detak jantung, asupan kalori, dan jarak tempuh. Solos juga memiliki fitur yang memungkinkan para atlet berkomunikasi dengan pelatih mereka. Perangkat ini juga dapat mengetahui seandainya para atlet keluar jalur dari yang sudah ditetapkan.

5. Vert Wearable Jump Monitor
Perangkat ini terlihat digunakan oleh tim atlet wanita bola voli dari Amerika Serikat. Vert Wearable Jump Monitor, seperti namanya dioperasikan untuk mengukur tinggi lompatan saat memukul atau melempar bola. Perangkat ini dikenakan melingkari pinggang untuk menghitung ketinggian rata-rata berdasarkan berapa kali para atlet tersebut melompat. Dari perhitungan yang didapatkan, pelatih dapat memutuskan apakah latihan yang selama ini dilakukan sudah optimal ataukah belum.

6. Hexoskin Smart Shirt
Sebagai pakaian pintar, Hexoskin Smart Shirt dirancang dengan kombinasi tiga jenis sensor yang terintegrasi satu sama lain. Pakaian ini mengenali kondisi fisik seseorang berdasarkan karakter biometrik, seperti detak jantung, hembus nafas, langkah kaki, dan pola tidur. Prinsip kerja mengukur detak jantung dilakukan dengan uji ECG atau electrocardiogram. Data-data yang diperoleh akan ditampilkan melalui smartphone atau komputer tablet yang telah dilakukan sinkronisasi terlebih dulu dengan pakaian pintar ini.

7. Halo Sport
Halo Sport adalah wearable device berbentuk headset. Perangkat ini menggunakan teknologi Neuropriming, yaitu teknologi untuk meningkatkan daya kerja syaraf motorik otat melalui gelombang energi. Manfaat yang dirasakan para atlet setelah memakai Halo Sport antara lain semakin cepat dan cekatan. Tim atlet ski dari Amerika Serikat membuktikan bahwa dengan pola latihan yang sama, performa mereka yang menggunakan Halo Sport meningkat hingga 31%, sementara mereka yang tidak menggunakan Halo Sport hanya meningkat 18%.