Berita

Vivo akan Launching Smartphone dengan Fingerprint In-Display

Beberapa bulan lalu, pabrikan smartphone asal Tiongkok, Vivo telah mengumumkan bahwa perusahaan sedang mengembangkan teknologi in-display fingerprint yang akan segera dihadirkan pada smartphone berikutnya. Kini, dikabarkan Vivo akan launching smartphone dengan fingerprint in-display. Hal ini dipastikan pada ajang CES 2018, dimana Vivo memamerkan ponsel anyar berteknologi fingerprint di bagian bawah layar.

Sebelumnya pada bulan Juli 2017 lalu, Vivo pamer teknologi under display fingerprint pertama di dunia, namun ternyata teknologi tersebut baru diperkenalkan belakangan ini. Dalam teaser yang baru dirilis Vivo tampak siluet ponsel dengan tombol virtual sidik jari yang terletak tepat di tengah layar bagian bawah.

Menurut kabar, ponsel yang akan dibawa Vivo ke CES tahun ini adalah X20 Plus UD. Perangkat ini beberapa waktu lalu telah mendapatkan sertifikat 3C. Ponsel ini akan membawa teknologi sensor sidik jari di bawah layar yang dibenarkan dari gambar sidik jari biru tepat di tengah layar bawah. Jika benar, X20 Plus UD akan menjadi ponsel pertama di dunia yang memiliki sensor sidik jari di bawah layar.

Menurut laporan Gizchina, Vivo mengatakan jika mereka telah berkolaborasi dengan Synaptics, yang merupakan pelopor dalam bidang ini. Dengan kerjasama kedua perusahaan tersebut akan menghasilkan smartphone yang memiliki chip Clear ID FS9500. Teknologi ini memiliki kemampuan mengenali sidik jari dengan kondisi basah, kering dan dingin. Clear ID ini juga dilengkapi dengan fitur keamanan seperti pencocokan templat adaptif dan verifikasi, dan teknologi anti-spoofing. Teknologi ini juga terintegrasi dengan otentikasi ECC dan enkripsi AES.

Chip tersebut merupakan perangkat keras yang akan menangani semua prosedur yang berhubungan dengan sidik jari. Chip baru tersebut juga akan diumumkan oleh Synaptics dalam beberapa minggu mendatang yang akan mendukung smartphone dengan memiliki rasio aspek layar 18: 9 dan 20: 9.

Chipset baru Clear ID FS9500 terdiri dari sensor CMOS kecil yang ditempatkan tepat di bawah layar AMOLED, dan siap untuk memindai sidik jari saat diterangi, dengan refleksi “baca” dari setiap pemindaian jari. Untuk membuat refleksi ini, bagian layar harus dinyalakan, lalu sensor akan menangkap bayangan di antara piksel AMOLED.

Synaptics turut mengungkapkan jika seluruh proses membutuhkan daya yang sangat kecil, yaitu tidak lebih dari 80mA. Selain itu, proses ini juga akan bekerja sama dengan semua sensor yang relevan dari setiap smartphone, untuk mengetahui kapan harus mengaktifkan sidik jari dan menyalakan bagian yang sesuai dari layar. Beberapa vendor smartphone mengklaim kecepatan proses pemindaian sidik jari mereka bisa berlangsung hanya dalam 0,2 detik, berbeda dengan Synaptics juga tidak lupa membuat kecepatan scan sidik jari hanya 0,7 detik. Meski jumlahnya masih kurang cepat, tapi tidak akan begitu terasa karena semua prosesnya kurang dari satu detik.

Synaptics mengklaim bahwa sebanyak 70 juta unit sensor ini akan tersedia di pasaran pada 2018. Kemungkinan Vivo X20 Plus UD menjadi ponsel pertama yang mengadopsinya. Benar atau tidak, ayo tunggu kejutannya.