Berita

Uber Terapkan Teknologi “Cloud Telephony”

Uber semakin giat mengekspansikan bisnisnya ke berbagai wilayah. Per Mei 2015, Uber sudah tersedia di 300 kota dalam 58 negara di dunia. Layanan taksi via smartphone yang modelnya mirip GoJek ini sudah dapat digunakan di beberapa kota besar Indonesia, yakni Jakarta, Bandung, dan Bali.

Uber Terapkan Teknologi “Cloud Telephony”

Akan tetapi, selain masalah regulasi hukum yang kerap menghalangi layanan ride sharing seperti Uber dan GoJek, ada satu hal lagi yang masih mengusik kenyamanan para pengguna, yaitu privasi. Dikhawatirkan, data pribadi pengguna, seperti nomor telepon, dapat tersebar ke berbagai pihak yang tidak diinginkan ketika menggunakan aplikasi tersebut.

Untuk mengatasi masalah tersebut, pihak Uber Technologies Inc. telah menerapkan teknologi baru pengamanan privasi. Seperti disebutkan oleh Karun Arya, Communications Lead Uber South Asia, mereka mulai menerapkan sistem cloud telephony dalam aplikasi Uber di 22 kota Amerika Serikat, India, dan Singapura, serta akan diterapkan lebih luas lagi, termasuk di Indonesia. Sistem cloud telephony memungkinkan pengemudi dan penumpang saling menghubungi tanpa mengetahui nomor masing-masing.

Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan suatu nomor virtual dari aplikasi Uber. Jadi, ketika penumpang menghubungi pengemudi, ia dihubungkan terlebih dahulu ke nomor virtual Uber, baru kemudian disambungkan ke nomor telepon pengemudi, dan begitu pula sebaliknya. Dengan demikian, baik nomor telepon pengguna maupun nomor telepon pengemudi tidak dapat diketahui.

Meski begitu, tetap saja, nomor telepon mesti diberikan ketika pengguna mendaftar pertama kali untuk layanan Uber. Nomor yang didaftarkan tersebut disimpan di database Uber, namun tidak seorang pun dapat mengakses nomor tersebut via Uber. Pihak Uber mengklaim bahwa mereka memiliki tim keamanan terbaik di dunia untuk menjaga database Uber.

Mengingat penggunaan Uber masih belum begitu luas di tanah air, penerapan sistem cloud telephony itu pun masih dalam tahap pengujian di Indonesia. Pastinya, sistem ini akan sangat meningkatkan kenyamanan pengguna.