Seputar Tekno

Pengertian Wireless, HotSpot & WiFi

Sobat gaptex, dalam dunia teknologi internet sekarang ini, wireless, hotspot dan wifi merupakan terminologi yang tak bisa lepas dari perbincangan sehari-hari. Beberapa label dan stiker yang terpampang pada area publik pun tak jarang menampilkan ketiga istilah tersebut. Pada artikel kali ini, kita akan membahas perbedaan ketiga istilah tersebut, sekaligus pengertian Wireless, HotSpot dan WiFi masing-masing dan hal-hal yang berhubungan dengan terminologi tersebut.

Wireless
Wireless didefinisikan sebagai sebuah jaringan tanpa kabel yang menggunakan udara sebagai media transmisinya untuk menghantarkan gelombang elektromagnetik. Untuk jaringan internet pada komputer, wireless secara spesifik diistilahkan sebagai wireless LAN (WLAN).

Pada WLAN, transmisi radio berfungsi selayaknya ‘kabel’, sementara Access Point berfungsi sebagaimana HUB pada jaringan konvensional. Standar teknologi WLAN adalah IEEE 802.11 yang terdiri dari IEEE 802.11a, IEEE 802.11b dan IEEE 802.11g dengan kecepatan, mulai dari 11 Mbps hingga 54 Mbps.

Secara harfiah, wireless adalah proses transfer informasi atau power antara dua atau lebih titik yang tidak dihubungkan oleh konduktor listrik. Teknologi wireless yang paling umum ialah menggunakan gelombang radio. Adapun jarak gelombang radio bisa singkat, seperti beberapa meter untuk Bluetooth atau sejauh jutaan kilometer untuk komunikasi radio dalam-ruang angkasa.

Selain itu, wireless mencakup berbagai jenis aplikasi tetap, bergerak, dan portabel, termasuk radio dua arah, telepon seluler, personal digital assistant (PDA), dan jaringan nirkabel. Contoh lain dari aplikasi teknologi nirkabel radio ialah termasuk unit GPS, pembuka pintu garasi, mouse komputer nirkabel, keyboard dan headset, headphone, penerima radio, televisi satelit, televisi siaran dan telepon tanpa kabel.

Metode yang kurang umum digunakan dalam komunikasi wireless ialah mencakup penggunaan teknologi nirkabel elektromagnetik lainnya, seperti medan cahaya, magnet, atau medan listrik atau penggunaan suara. Istilah wireless telah digunakan dua kali dalam sejarah komunikasi, dengan arti yang sedikit berbeda.

Awalnya, wireless digunakan sekitar tahun 1890 untuk teknologi pemancar dan transmitter radio pertama, seperti dalam telegrafi nirkabel, sampai radio kata baru yang menggantinya sekitar tahun 1920. Istilah wireless dihidupkan kembali pada tahun 1980-an dan 1990-an terutama untuk membedakan perangkat digital yang berkomunikasi tanpa kabel, seperti contoh yang tercantum dalam paragraf sebelumnya, dari yang memerlukan kabel atau tidak membutuhkan kabel. Wireless pun semakin populer karena penggunaan utamanya di tahun 2000-an, berkat kemunculan teknologi seperti LTE, LTE-Advanced, Wi-Fi dan Bluetooth.

Layanan izin operasi wireless, seperti komunikasi jarak jauh, yang tidak mungkin untuk diterapkan dengan penggunaan kabel. Istilah ini biasa digunakan di industri telekomunikasi untuk merujuk pada sistem telekomunikasi (misalnya pemancar dan penerima radio, remote control, dan lainnya) Yang menggunakan beberapa bentuk energi (misalnya gelombang radio, energi akustik) untuk mentransfer informasi tanpa menggunakan kabel.

WiFi
Dieja dengan wai-fai (bukan wifi) adalah singkatan dari Wireless Fidelity, merupakan aliansi kelompok industri untuk membentuk standar interoperabilitas antar perangkat WLAN agar setiap perangkat yang telah disertifikasi WiFi akan dapat saling terhubung meskipun berbeda vendor atau merek. Tanda WiFi ini sering terlihat di area-area yang memang mendukung koneksi internet berbasis WLAN (wireless LAN). Secara garis besar, WiFi adalah sama persis dengan WLAN. WiFi lebih dikenal karena lebih sering digunakan.

Baca juga: 5 Tips Aman Memakai Hotspot WiFi Umum

WiFi adalah teknologi untuk jaringan area lokal nirkabel dengan perangkat berdasarkan standar IEEE 802.11. WiFi adalah merek dagang dari Aliansi WiFi, yang membatasi penggunaan istilah WiFi Certified ke produk yang berhasil menyelesaikan pengujian sertifikasi interoperabilitas.

Perangkat yang dapat menggunakan teknologi WiFi ialah mencakup komputer pribadi, konsol video game, telepon dan tablet, kamera digital, smart TV, pemutar audio digital dan printer modern. Perangkat yang kompatibel dengan Wi-Fi dapat terhubung ke Internet melalui WLAN dan jalur akses nirkabel.

Titik akses seperti WiFi memiliki jarak sekitar 20 meter (66 kaki) di dalam ruangan dan jarak luar yang lebih jauh. Cakupan WiFi bisa sekecil satu ruangan dengan dinding yang menghalangi gelombang radio, atau seluas kilometer persegi yang dicapai dengan menggunakan beberapa titik akses yang tumpang tindih.

WiFi paling umum menggunakan SHH ISM 2,4 gigahertz (12 cm) dan 5,8 gigahertz (5 cm) radio bands. Siapa pun yang berada dalam jangkauan dengan modem nirkabel dapat mencoba mengakses jaringan. Sementara itu, WiFi juga bisa digunakan untuk keperluan seperti:
– Kirim dokumen ke printer dari komputer atau smartphone manapun
– Teruskan pemberitahuan dari smartphone ke PC
– Tether smartphone ke komputer untuk akses internet
– Streaming film dari TV maupun laptop
– Membagikan sejumlah dokumen antar komputer
– Streaming audio ke speaker lainnya di rumah
– Transfer foto dari kamera digital ke smartphone
– Sinkron perpustakaan musik, foto maupun file lainnya dengan USB Free

Penerapan dari standar wifi dalam teknologi ICT sangat luas sekali. Di Indonesia sendiri, beberapa waktu belakangan muncul sebuah layanan yang bernama Indonesia Wifi (@wifi.id) yang menjangkau hampir seluruh area publik di nusantara. Untuk melihat detail, silahkan menuju ke link ini.

Hotspot
Berbeda dengan WiFi, HotSpot sendiri merupakan gambaran dari area atau lingkup tertentu yang terjangkau oleh frekuensi jaringan WLAN/WiFi sehingga orang dapat melakukan koneksi jaringan melalui perangkat yang memiliki teknologi WiFi seperti smartphone, komputer, laptop dan lain sebagainya.

Beberapa jaringan HotSpot terbuka bebas bagi setiap pengguna, sementara sebagian yang lain diproteksi oleh password sehingga setiap pengguna yang ingin masuk ke dalam jaringan harus memasukkan password yang tepat sebelum dapat terhubung. HotSpot dapat diaplikasikan mulai dari area rumah hingga perkantoran dan area publik yang cukup luas. Untuk lebih jelasnya, Hotspot adalah lokasi fisik dimana orang dapat memperoleh akses Internet, biasanya menggunakan teknologi WiFi, melalui jaringan area lokal nirkabel (WLAN) dengan menggunakan router yang terhubung ke penyedia layanan internet.

Hotspot publik dapat dibuat oleh bisnis untuk digunakan oleh pelanggan, seperti kedai kopi atau hotel. Hotspot umum biasanya dibuat dari titik akses wireless yang dikonfigurasi untuk menyediakan akses Internet, yang dikendalikan sampai tingkat tertentu oleh tempat tersebut. Dalam bentuknya yang paling sederhana, tempat-tempat yang memiliki akses Internet broadband dapat menciptakan akses wireless publik dengan mengkonfigurasi access point (AP), bersamaan dengan router dan menghubungkan AP ke koneksi Internet.

Hotspot pribadi dapat dikonfigurasi pada smartphone atau tablet dengan paket data jaringan seluler untuk memungkinkan akses Internet ke perangkat lain melalui pasangan Bluetooth atau jika perangkat hotspot dan perangkat mengaksesnya tersambung ke jaringan Wi-Fi yang sama.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan laptop atau perangkat portable lain yang sesuai untuk mengakses koneksi nirkabel (biasanya Wi-Fi) yang disediakan. Dari sekitar 150 juta laptop, 14 juta PDA, dan perangkat Wi-Fi lain yang muncul terjual per tahun selama beberapa tahun terakhir, sebagian besar telah memiliki fitur WiFi.

Dikutip dari, peta interaktif iPass tahun 2014, yang menunjukkan data yang diberikan oleh analis Maravedis Rethink, menunjukkan bahwa pada bulan Desember 2014 terdapat 46.000.000 hotspot di seluruh dunia dan lebih dari 22.000.000 hotspot yang dapat diakses diruangan. Lebih dari 10.900 hotspot berada di kereta, pesawat terbang dan bandara (Wi-Fi bergerak) dan lebih dari 8.500.000 sumber hotspot “bermerek” (ritel, kafe, hotel). Wilayah dengan jumlah hotspot publik terbesar adalah Eropa, diikuti oleh Amerika Utara dan Asia.

Perbedaan WiFi dan HotSpot
Wi-Fi dan hotspot, keduanya digunakan untuk tujuan yang sama untuk menyediakan internet tanpa kabel. Seringkali orang berasumsi bahwa kedua istilah tersebut digunakan secara bergantian namun mereka lupa membandingkannya sesuai dengan fungsi dan fiturnya. Ada beberapa perbedaan mendasar antara Wi-Fi dan hotspot mengenai kecepatan, kinerja, keamanan dan cakupan area.

Adapun perbedaan utama antara WiFi dan HotSpot adalah:

– Wi-Fi adalah istilah umum yang digunakan dalam situasi ketersediaan internet tanpa kabel sementara hotspot adalah sejenis router atau perangkat fisik yang digunakan untuk menyediakan internet melalui teknologi nirkabel.
– Wi-Fi itu sendiri adalah sejenis penyedia layanan Internet sedangkan hotspot bukan karena hanya sekedar jalur akses.
– Sampai batas tertentu, Wi-Fi itu sendiri lebih aman daripada hotspot karena di hotspot ada orang yang bisa mengakses internet dan dalam beberapa kasus bisa melihat lalu lintas pengguna juga.
– Sinyal Wi-Fi bisa diakses hingga kisaran 20 meter atau 66 kaki sedangkan sinyal hotspot bisa akses di kisaran 33 ft.
– Dalam sebagian kasus, banyak pengguna hotspot yang memberikan kecepatan rendah dibandingkan dengan Wi-Fi.
– Wi-Fi masih merupakan layanan internet berbayar di banyak lokasi, sementara layanan hotspot sebagian besar gratis karena ditawarkan untuk menyenangkan pelanggan atau pengunjung.
– Layanan hotspot sebagian besar disediakan oleh perusahaan seluler atau telepon sementara layanan Wi-Fi disediakan oleh penyedia layanan internet area lokal.