BeritaSeputar Tekno

Microsoft Uji Coba Data Center Dasar Laut

Data center yang mengirimkan data internet harian Anda terdiri atas rak-rak server yang tak terhitung jumlahnya, yang menghasilkan panas dalam jumlah ekstra masif. Jangankan data center; sebuah laptop yang telah digunakan selama berjam-jam saja pasti sangat tidak nyaman bila harus diletakkan di pangkuan paha Anda. Perusahaan-perusahaan besar seperti Google dan Facebook terus mencari cara untuk solusi terbaik dan paling efisien untuk mendinginkan data center mereka. Microsoft barangkali telah menemukan solusi paling unik, kreatif, dan efektif.

Microsoft Uji Coba Data Center Dasar Laut

Project Natick adalah uji coba eksperimental yang dilakukan Microsoft untuk melihat bagaimana data center beroperasi di bawah air. Yep, terdengar seperti sesuatu dari salah satu novel Jules Verne, tetapi Microsoft sungguh serius dengan ide tersebut sejak tahun 2013.

Pendinginan dengan air bukanlah satu-satunya alasan membangun data center dasar laut. Menurut Microsoft, dengan separuh populasi dunia tinggal dalam radius 200 kilometer dari laut, data center bawah air merupakan sesuatu yang lebih masuk akal dibandingkan dengan fasilitas atas tanah yang berlokasi di benua lain. Kenapa demikian? Latensi. Semakin dekat posisi Anda dengan server yang menyimpan email, aplikasi online, dan layanan cloud Anda yang lain, semakin cepat Anda bisa mendapatkan data-data Anda. Dengan kata lain, jarak data center mempengaruhi tingkat responsivitas di sisi pengguna.

Selain itu, secara teori, jauh lebih mudah untuk memasang sistem server di dalam tank bertekanan udara yang dapat ditaruh di dasar laut daripada membangun struktur masif yang sampai saat ini masih digunakan berbagai perusahaan teknologi sebagai fasilitas data center mereka.

Dengan pertimbangan-pertimbangan tadi, Microsoft menenggelamkan prototipe berdiameter 2,5 meter mereka yang diberi nama Leona Philpot, yang terinspirasi dari seorang karakter di video game Halo, di Lautan Pasifik sekitar 1 kilometer dari pantai AS, Agustus 2015 lalu. Leona Philpot beroperasi pada kedalaman 9 meter dari permukaan laut hingga November 2015 kemarin. Saat ini, ia sudah kembali ke atas tanah dan sedang dianalisa oleh tim peneliti. Meski mula-mula para pengembang mengkhawatirkan kemungkinan kebocoran air dan kegagalan fungsi kerja hardware, ternyata prototipe mereka mampu bekerja tanpa masalah.

Microsoft berencana untuk melakukan uji coba lebih lanjut pada tahun depan menggunakan prototipe yang berukuran tiga kali lebih besar. Semoga sukses.