Berita

Ketika Bakrie Telecom Megap-Megap

Bakrie Telecom atau BTel memasuki babak baru yang kurang menyenangkan. Setelah sekian lama terpuruk, Btel kini dikabarkan terlilit hutang dan hendak melakukan pemangkasan karyawan secara masif. Pemilik merek Esia yang kini gaungnya semakin redup itu tak mampu bersaing dengan operator lainnya sehingga harus merugi terus-menerus.

Ketika Bakrie Telecom Megap-Megap

Entah berhubungan atau tidak dengan urusan politik tanah air, hampir semua perusahaan dari Group Bakrie mengalami kerugian beberapa waktu belakangan ini.

Total Kerugian BTel
Berdasarkan catatan keuangan yang dirilis Juni 2014, Bakrie Telecom mengalami kerugian hingga Rp 316,8 miliar. Sialnya, jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan kerugian tahun sebelumnya yang ‘hanya’ Rp 292,6 miliar.

Esia Vs Smartfren
Di jaringan CDMA, kinerja Esia terlihat bertolak belakang dengan Smartfren yang terbilang cukup gencar melakukan promosi produk-produknya. Bisnis operator CDMA memang sangat lesu karena minim peminat, terbukti Telkom Flexi dan StarOne pun sudah mulai ‘menggulung’ lapaknya karena menganggap bisnis tak lagi menjanjikan.

Berita buruk BTel akan memberikan efek bagi Smartfren yang sudah bersiap untuk menggeber layanan 4G paling lambat akhir 2016 ini.

PHK 400 Karyawan
Dari sekitar 1300 karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia, BTel akan segera melakukan PHK secara bertahap pada kuartal kedua 2015. Jumlah karyawan yang akan mengalami PHK diprediksi sekitar 400. Dalih pemecatan jumlah karyawan adalah demi efisiensi dan penyehatan perusahaan.

Hutang oh Hutang
BTel memiliki utang sekitar USD 145 juta dengan Huawei. Berdasarkan hasil verifikasi PKPU, total utang BTel mencapai Rp 11,313 triliun. Nilai fantastis ini mencakup hutang Biaya Hak Penggunaan (BHP) Frekuensi, utang usaha, utang kepada penyedia menara dan lain sebagainya.

BTel oh BTel …