Berita

Kamera Mirrorless Fujifilm X-H1 Targetkan Para Videografer

Fujifilm dikabarkan akan menyiapkan produk terbarunya. Dan kamera mirrorless Fujifilm X-H1 targetkan videographer karena dilengkapi dengan fitur-fitur video profesional yang disebutkan akan menjadi tantangan serius bagi Sony dengan A7S Mark II dan Panasonic dengan GH5-nya.

Seperti Sony dan Panasonic, produsen kamera asal Minato, Tokyo, Jepang, ini ingin merilis kamera mirrorless terbaru yang memiliki spesifikasi handal di bidang video. Kamera Mirrorless X-H1 adalah kamera terbaru yang diperkenalkan oleh Fujifilm.

Fitur kamera ini memiliki dukungan untuk perekaman video DCI 4K (4.096 x 2.160 piksel, 23,97 FPS dan 24 FPS), video full HD 1080p dengan frame rate 120 FPS, high bit rate recodring sebesar 200 Mbps, format F-Log, verbal time code, dan mikrofon internal berkualitas tinggi (25-bit / 48 KHz).

Berkat Real 4K DCI Video (4,096 x 2,160) dan pemotretan burst yang mampu menyentuh 14 fps, Fujifilm akhirnya menyebut kamera ini sebagai kamera dengan performa tertinggi di seri X. Dan pertama kalinya di kamera Fujifilm yang dilengkapi dengan sensor 5 axis in-body stabilization (IBIS).

Fujifilm X-H1 dilengkapi dengan tiga sensor aksial dan gyroscope serta prosesor dual core yang mampu melakukan 10.000 perhitungan per detik untuk meredam goyongan IBIS X-H1 diklaim mampu memberikan pengurangan guncangan hingga 5,5 stop pada saat gambar diambil. Stabilisasi kompatibel dengan semua lensa XF dan XC yang dibuat oleh Fujifilm.

Dalam kamera mirrorless ini menghadirkan fitur pengurangan flickr reduction untuk meredam kedipan saat merekam di bawah lampu fluorescent dan mercury. Melengkapi fitur video-sentris dari kamera ini, Fujifilm juga menyematkan simulasi film baru yang disebut dengan Eterna, yang mengacu pada jenis film yang dibuat oleh Fujifilm yang sering digunakan untuk produksi film.

Desain kamera Fujifilm ini, mengklaim mempunyai bodi tahan debu dan tahan air yang lebih baik dari seri X lainnya dan dengan sudut gengaman lebih besar yang umumnya diidamkan banyak para profesional. Dari beberapa sudut, sepertinya X-T2, dengan dua dual dial yang memungkinkan pengguna mengendalikan tidak hanya kecepatan rana dan ISO, tapi juga mode pemotretan dan fokus.

Secara fisik, X-H1 terlihat seperti kombinasi kamera X-T2 dan medium format GFX 50S yang sangat ergonomis. Di panel atas terdapat LCD untuk menampilkan berbagai parameter kamera, mengganti kenop exposure compensation. Pada bagian belakang ada electronic viewfinder dengan magnifikasi 0.75x dan layar sentuh 3 inci yang dapat ditekuk dalam tiga arah, termasuk dalam orientasi portrait.

Di jantung kamera ini tertanam sensor gambar APS-C 24,3 megapixel yang dielengkapi dengan filter warna khas Fujifilm yakni X-Trans CMOS III. Sensor tersebut dipasangkan dengan chip pemrosesan gambar X-Processor Pro. Terdapat 325 titik AF hybrid (169 point phase detect) yang tertanam di sensor. Kombinasi ini memberikan kisaran sensitivitas ISO 100 sampai 12,800. (ISO 100-51.200 expandable) serta burst rate hingga 14 jepretan per detik.

Fujifilm X-H1 rencananya akan dipasarkan pada awal Maret mendatang dengan harga yang dibanderol 1900 dollar AS atau setara dengan Rp 25,6 juta. Selain X-H1, Fujifilm juga memperkenalkan lensa zoom sinema Fujinon MKX 18-55 T2.9 dan MKX 50-135mm T2.9 untuk lini kamera mirrorless X-Mount. Keduanya adalah lensa Super 35 yang sebelumnya telah dirilis untuk platform E-Mount Sony. Dengan X-H1, Fujifilm akhirnya melakukan penawaran serius untuk menarik videografer.