Berita

Ini Dia Bedanya Xiaomi Black Shark Dengan Razer Phone

Razer memang telah lebih dahulu merilis Razer Phone pada bulan November tahun lalu. Razer Phone merupakan debut pertama yang ditorehkan oleh Razer sebagai smartphone gaming pertama di dunia. Dan kini giliran pabrikan smartphone asal Tirai Bambu yang ingin hadir menyaingi si Razer, dengan menghadirkan sosok Black Shark sebagai smartphone gamingnya. Ini dia bedanya Xiaomi Black Shark dengan Razer Phone yang bisa diketahui.

Pada artikel ini Anda dapat mengetahui:
– Tanggal rilis Razer Phone
– Perbedaan spesifikasi diantara keduanya

Seperti berita yang beberapa minggu lalu kami bahas, Xiaomi akan segera rilis ponsel gaming-nya yang kemungkinan akan menjadi pesaing dari Razer Phone. Sebagai mana niatan pabrikannya, ponsel ini memang diperutukkan bagi yang gemar bermain game. Dengan kehadiran keduanya, pasti antara pabrikan Razer maupun Xiaomi memberikan ciri khas dan keunggulan dari masing-masing smartphone gaming miliknya. Ini beda antara kedua smartphone gaming tersebut.

Jika membahas fisik, Xiaomi Black Shark memiliki sudut membulat dengan pemindai sidik jari berbentuk elips pada bagian muka yang sekaligus dapat memanggil menu pintasan (dengan sapuan jari) saat memainkan game. Sementara, Razer Phone terlihat lebih “kotak” dengan sudut-sudut yang tegas. Pemindai sidik jari terintegrasi dengan tombol daya di sisi kanan perangkat.

Dikutip dari Kaskus.com, bagian belakang Razer Phone tampak lebih polos, hanya ada logo Razer di bagian tengah dan modul kamera bertengger di sudut kiri atas. Lain halnya dengan Xiaomi Black Shark yang bagian belakangnya dirancang khusus untuk mengakomodasi aksesori controller game, sehingga smartphone ini dibuat terkesan lebih tebal dan cembung.

Untuk Razer Phone, ukuran layar yang dibawanya adalah 5,7 inci, dengan teknologi layar IGZO IPS LCD berasio 16: 9. Selain itu smartphone ini sudah membawa kerapatan pixel hingga 515 ppi. Sedangkan Xiaomi Black Shark hadir dengan layar berukuran 5,99 inci, dengan teknologi layar hanya membawa IPS LCD dan kepadatan pixel 403 ppi. Selain itu, Razer Phone berjalan dengan sistem operasi Android 7.1.1 Nougat dan tidak diketahui apakah dapat diperbarui ke Oreo atau tidak. Sementara Xiaomi Black Shark, telah menjalankan sistem operasi (OS) 8.0 Oreo.

Dalam hal dapur pacu, Xiaomi Black Shark lebih canggih karena menggunakan chip Snapdragon 845, dibandingkan dengan Razer Phone yang menggunakan Snapdragon 835. Meskipun begitu, Razer Phone memiliki keunggulan yang terletak di panel display yang memiliki resolusi refresh rate lebih tinggi (120 Hz) sehingga seharusnya dapat menampilkan gerakan-gerakan cepat dengan lebih mulus.

Jika membahas harga, Xiaomi Black Shark lebih murah dan tersedia dalam dua varian berdasarkan RAM dan kapasitas penyimpanan. Harga varian termahal adalah 557 dollar AS atau setara Rp 7,7 juta, sementara Razer Phone dibanderol dengan harga mencapai 699 dollar AS atau setara Rp 9,7 juta. Sekalipun berita ini telah banyak tersebar dan terdengar, belum ada kepastian baik Xiaomi Black Shark maupun Razer Phone akan hadir di Indonesia atau tidak.

Sejauh ini hanya pasaran negara-negara Eropa, Amerika Serikat, dan Singapura yang menyediakan Razer Phone. Bahkan untuk Xiaomi Black Shark kemungkinan hanya akan dijual di negaranya sendiri, China. Sambil menunggu kehadiran mereka berdua, pertimbangkan beda kedua ponsel ini.