Berita

GoPro Hero 6 & Drone Karma Masuk ke Indonesia, Harganya?

Pada akhir September lalu, GoPro Hero 6 Black baru saja diumumkan ke khalayak ramai. Tidak perlu menunggu lama, sebulan setelahnya, kamera aksi terbaru itu kini sudah resmi masuk pasaran Indonesia. Acara peluncuran pun dilangsungkan di Jakarta tanggal 13 Oktober lalu melalui PT Erajaya Swasembada selaku distributor yang memboyong GoPro Hero 6 ke Tanah Air. Bukan hanya itu, perusahaan ini kabarnya akan memasarkan produk GoPro lainnya yaitu drone GoPro Karma melalui anak usahanya, Sinar Eka Selaras.

GoPro Hero 6
Saat acara peluncuran tersebut, diketahui bahwa harga GoPro Hero 6 dibanderol seharga Rp 7.499.000 sehingga bisa disimpulkan jika harganya lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya yakni GoPro Hero 5 yang dijual sekitar Rp 5,8 jutaan dipasaran Tanah Air.

Walaupun demikian, Djatmiko Wardoyo, selaku Director of Marketing and Communication Erajaya mengatakan harga tersebut masih layak ditebus karena mempunyai sejumlah fitur yang tidak dimiliki oleh kamera aksi lain atau smartphone. Contohnya Electronic Image Stabilizer yang dapat meredam goyangan dan sangat efektif, seolah menggunakan gimbal. Kinerjanya pun lebih baik, bahkan kalau dibandingkan dengan Hero 5 sebelumnya.

Dipasaran global, harga GoPro Hero 6 memang dibanderol lebih tinggi ketimbang produk sebelumnya yaitu 499 dollar AS, berbeda 100 dollar dari Hero 5. Selain itu, sebagai penerus generasi sebelumnya, GoPro Hero 6 mempunyai desain eksterior yang begitu memukau dengan bodi anti air hingga 10 meter tanpa perlu casing khusus. Di bagian punggungnya juga terdapat layar sentuh berwarna dengan ukuran 2 inch.

Kemudian, letak peningkatannya berada di komponen dalamnya. Kini, GoPro Hero 6 mampu merekam video 4K dengan frame rate 60 fps, sehingga memiliki dua kali kemampuan Hero 5 yang sebesar 30 fps. Ada pula opsi frame rate tinggi 120 fps (2.7K) dan 240 fps (1080p) untuk slow motion.

Lebih menariknya lagi, GoPro Hero 6 sanggup mentransfer data ke smartphone tiga kali lebih kencang berkat adanya WiFI 5 GHz. Semua peningkatan ini dimungkinkan oleh penggunaan chipset baru bernama GP1 yang diproduksi oleh perusahaan Socionext Prosesor Custon yang dikembangkan selama tiga tahun.

Drono GoPro Karma
Pertama kali diperkenalkan pada bulan September 2016 lalu, Karma merupakan drone pertama dari brand GoPro yang melakukan debutnya bersamaan peluncuran produk kamera aksi GoPro Hero 5 Black. Karma dirancang khusus untuk digunakan untuk melengkapi Hero 5 atau Hero 6 Black yang terpasang di gimbal stabilizer di bagian depan drone. Namun sayangnya, kiprah Karma dipasaran tidak berjalan dengan mulus. Drone ini sempat ditarik dari peredaran karena ada masalah yang menyebabkan kehilangan tenaga secara mendadak ketika sedang terbang.

Setelah itu, GoPro memperbaiki masalah pada drone Karma tersebut dan kembali memasarkannya sejak awal tahun 2017. Drone ini juga akan dipasarkan oleh Erajaya nanti dan dipastikan sudah bebas masalah. Meskipun sebenarnya, Erajaya telah memajang drone Karma di stand GoPro yang berada dilantai dasar pusat pembelanjaan Central Park Jakarta. Tapi, pegawai toko yang berjaga mengatakan drone Karma masih belum dapat dibeli atau dipesan.

Dipasaran global, drone GoPro Karma dibanderol seharga 799 dollar AS atau sekitar Rp 10,8 juta tanpa kamera. Calon pembeli masih harus melengkapinya dengan kamera aksi GoPro Hero 5 atau Hero 6 yang masing-masing dibanderol seharga Rp 5,8 juta dan Rp 7,5 juta di Indonesia.