Berita

Fitur Slow-Motion Galaxy S9 Dibanding Smartphone Lain

Saat ini, slow-motion (efek gerakan lambat) diprediksi akan menjadi idola baru untuk video media sosial tahun ini. Hal ini mungkin disebabkan karena banyak vendor yang berlomba membenamkan fitur tersebut ke smartphone andalannya hingga kelas menengahnya. Namun yang menjadi buah bibir saat ini fitur slow-motion galaxy S9 vs slow-motion smartphone lain yang digadang-gadang memiliki perbedaan menarik yang pantas untuk dicoba.

Pada artikel ini Anda dapat mengetahui:
– Tentang slow-motion
– Hal yang membuat slow-mo Samsung Galaxy S9 dan S9 Plus berbeda dengan yang lain

Samsung sedang gencar mempromosikan slow-motion (slow-mo) sebagai duo andalan dari Galaxy S9. Fitur slow-mo Galaxy S9 dan S9 Plus, adalah hasil kolaborasi dari pengolah perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware) yang garang dan dipasangkan di duo Galaxy S9. Dikutip dari Liputan6.com, Galaxy S9 dan S9 Plus mampu merekam hingga 960 FPS dalam resolusi HD 720p, fitur yang disebut Samsung sebagai super slow-mo menyajikan gerakan objek yang 32 kali lebih lambat daripada perekaman video biasa (normal.

Menurut Putu Reza yang merupakan seorang vloggers dan peninjau teknologi, salah satu manfaat fitur slow-mo pada Samsung Galaxy S9 dan Galaxy S9 Plus, adalah hasil dari video yang lebih bersih dan jernih. Ini mungkin karena Samsung Galaxy S9 memiliki frame rate 960 FPS, yang dapat menangkap lebih banyak gambar dalam satu detik. Umumnya video standar hanya mencakup 24 sampai 60 FPS, yang berarti dalam satu detik ada 24 hingga 60 gambar yang dapat diambil. Selain itu, perbedaan slow-mo Galaxy S9 dan smartphone lainnya adalah tedapat di opsi super slow-mo dan slow-mo.

Opsi super slow-mo disini memungkinkan fotografer untuk melakukan multi-take atau pengambilan gambar slow-mo berulang kali saat merekam. Menurut Putu, opsi super slow-mo Samsung galaxy S9 sangat mudah untuk pemotretan karena tidak harus mengulang proses perekaman. Sementara untuk slow-mo di smartphone lainnya, terutama Android masih belum optimal. Salah satunya, Sony XZ Premium yang juga dapat merekam 960 resolusi video FPS 720p tetapi slow-mo yang dihasilkan masih banyak ditemukan noise. Hal demikian terjadi karena pengolahan gambar yang belum optimal.

Sementara pada iPhone X hanya dapat merekam video slow-mo maksimum 240 FPS dengan kualitas Full HD (1080p), karena Apple terbaru ini belum memiliki fitur super slow-mo layaknya Samsung Galaxy S9 dan Galaxy S9 Plus. Samsung Galaxy S9 dan Galaxy S9 Plus terlihat lebih ringkas dan selalu dibawa oleh pemiliknya. Aspek kepraktisan inilah yang membuat duo Samsung memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan kamera digital untuk merekam video dan memotret. Kemampuan slow-mo pada Galaxy S9 tidak datang begitu saja. Di baliknya, Samsung menerapkan teknologi sensor kamera khusus yang mampu menangani sejumlah besar data dari perekaman 960 frame per detik.

Sensor kamera Galaxy S9 dan Galaxy S9 Plus terdiri dari tiga lapisan. Lapisan pertama berisi sensor gambar CMOS itu sendiri. Lapisan kedua berisi rangkaian redout yang mampu membaca data capture sensor CMOS berkecepatan tinggi, dan di lapisan ketiga adalah chip memori DRAM yang berfungsi sebagai buffer (penampung data) video super slow mo.