BeritaSeputar Tekno

Data Loss Prevention Gmail Kini Bisa Pindai Gambar

Google telah mengumumkan aspek-aspek keamanan baru yang diterapkan di Gmail at Work yang memperluas fitur Data Loss Prevention (DLP). Pada bulan Desember 2015 kemarin, Google baru memperkenalkan DLP sebagai suatu metode pencegahan kebocoran data milik perusahaan ke pihak-pihak yang tidak berhak di Gmail. Pada Senin, 29 Februari 2016 kemarin, raksasa perusahaan teknologi tersebut memperkenalkan berbagai fitur baru yang memperkuat keamanan data, dengan menambahkan layer perlindungan tambahan terhadap informasi-informasi sensitif.

Data Loss Prevention Gmail Kini Bisa Pindai Gambar

Fitur baru yang paling menarik ialah kemampuan pengenalan karakter optikal (Optical Character Recognition / OCR), yakni sebuah tool yang mampu memindai keseluruhan konten email untuk mendeteksi gambar atau karakter spesial serta data-data pribadi, seperti detail kartu kredit, nomor jaminan sosial, dan nomor surat izin mengemudi. Tool tersebut dapat pula meneliti kata-kata objektif seperti kode proyek.

Tool ini tidak hanya mampu memindai konten email, tetapi juga lampiran yang disertakan dalam email, seperti dokumen, file presentasi, dan spreadsheet. Dengan demikian, data sensitif tidak akan dapat diselundupkan melalui email dalam bentuk lampiran sekalipun.

DLP pada Gmail akan secara otomatis memeriksa semua email keluar dari akun-akun di masing-masing departemen dalam perusahaan, kemudian mengambil tindakan berdasarkan peraturan-peraturan yang telah ditetapkan oleh pihak administrator. Tindakan yang dapat diambil bisa berupa karantina email untuk di-review terlebih dahulu, meminta si pengirim untuk mengubah isi informasi yang dikirimkan, atau memblokir email itu secara total.

Hal ini berbeda dengan versi awal DLP ketika pertama kali diluncurkan. Kini, pihak admin memiliki kemampuan untuk menetapkan peraturan-peraturan berdasarkan kebijakan perusahaan. Termasuk, admin juga dapat menentukan apakah fitur OCD akan diterapkan di level organizational-unit (OU) atas dasar kelayakan isi konten (content compliance) atau penyaringan informasi (objectionable content) atau keduanya.

Pihak administrator juga kini diberikan kontrol yang lebih luas dan mendalam. Berbagai parameter yang baru ditambahkan kini memudahkan pihak admin untuk menyeleksi dan memeriksa email yang dikirimkan di ruang lingkup perusahaan. Misal, ia dapat menentukan bahwa bila sebuah email berisi satu data kartu kredit maka email tersebut akan dikarantina terlebih dahulu, sementara bila berisi sepuluh buah data kartu kredit maka email akan langsung diblokir.

Fitur-fitur baru pada DLP Gmail at Work ini jelas merupakan suatu peningkatan yang bagus yang dapat semakin mempertajam efisiensi dan efektivitas perusahaan. Sebelumnya, DLP Gmail at Work cukup sering melakukan karantina atau pemblokiran email yang tidak perlu dikarenakan keterbatasan indikator yang dapat menentukan kelayakan serta penyensoran isi email. Dengan kemampuan yang semakin mumpuni, kemungkinan besar Google akan semakin mampu bersaing dengan rival-rival raksasa di bidang layanan produktivitas bisnis seperti Microsoft.