Berita

Charging Baterai Super Cepat Huawei : 5 Menit Charging, 10 Jam Bicara

Waktu adalah uang, begitu kata orang. Tidak seorang pun suka menunggu proses charging gadget mereka. Sejak Qualcomm merilis teknologi Quick Charge (versi terbaru yakni Quick Charge 3.0 mampu mengisi baterai hingga 80% dalam waktu 30 menit), kini berbagai vendor smartphone mulai berlomba-lomba menerapkan teknologi tersebut untuk produk mereka. Salah satunya adalah Huawei.

Charging Baterai Super Cepat Huawei

Pada konferensi di Nagoya, Jepang, tanggal 13 November 2015 lalu, Huawei mempresentasikan generasi terbaru teknologi quick-charging dalam dua prototipe produk baterai terbaru mereka. Baterai pertama berkapasitas 600 mAh mampu diisi ulang sampai kapasitas 68% dalam waktu 2 menit saja. Sementara baterai kedua yang berkapasitas 3000 mAh hanya dalam waktu 5 menit dapat diisi ulang hingga 48% kapasitas, yang setara dengan 10 jam waktu bicara. Tetapi, patut dicatat, dalam presentasi tersebut kedua baterai itu tidak diisi ulang melalui charging port seperti baterai gadget pada umumnya, melainkan melalui suatu hardware khusus berbentuk kotak. Hal ini dapat dimaklumi karena kedua baterai itu baru berupa prototipe.

Lalu, kok bisa secepat itu? Pabrikan China itu menyatakan bahwa mereka memakai baterai lithium-ion model baru. Mereka melekatkan heteroatom ke molekul-molekul grafit pada anoda baterai. Dengan demikian, baterai mampu menjalani pengisian super cepat tanpa terjadi penurunan kepadatan maupun umur baterai. Hal ini berbeda jika dibandingkan dengan teknologi-teknologi quick-charging sebelumnya, di mana jumlah arus yang masuk ke baterai hanya sekadar ditingkatkan, tanpa mendesain baterai agar mampu menerima arus yang besar.

Sayangnya, Huawei belum menyatakan kapan kedua produk baterai ini akan masuk ke pasaran. Mari kita tunggu saja saat di mana kedua baterai ini akan menjadi senjata baru Huawei.