Seputar Tekno

Apa itu Telemedicine?

Doctors hand holding a stethoscope through a laptop screen towards a patient

Telemedicine merupakan layanan kesehatan yang dilakukan dari jarak yang berjauhan melalui transfer data medis elektronik dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Selain itu, Telemedicine juga bisa dikatakan sebagai praktik kesehatan dengan menggunakan komunikasi audio, visual, dan data yang di dalamnya dapat termasuk perawatan, diagnosis, konsultasi, pengobatan serta pertukaran data medis atau diskusi ilmiah jarak jauh.

Doctors hand holding a stethoscope through a laptop screen towards a patient

Berdasarkan pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa cakupan Telemedicine cukup luas yang meliputi penyediaan pelayanan kesehatan termasuk pendidikan, klinik, dan pelayanan jarak jauh lewat transfer informasi baik itu dari audio, video, atau grafik. Dengan menggunakan perangkat telekomunikasi, Telemedicine juga melibatkan dokter, pasien dan pihak-pihak yang bersangkutan. Telemedicine telah di aplikasikan saat kedua dokter terjalin diskusi yang sedang membicarakan masalah pasien melalui telepon seluler.

Ide evaluasi kesehatan dan pemeriksaan dengan memakai perangkat jaringan telekomunikasi sebenarnya bukan hal yang baru. Setelah di aplikasikan dengan pesawat telepon, percobaan Telemedicine dilakukan pertama kalinya dengan mentransmisikan rekaman melalui sistem analog jaringan telepon. Meski jarak tempuh transmisi tersebut hanya beberapa kilometer, tetapi nilai klinisnya belum begitu berarti. Karenanya, beberapa kali percobaan di uji untuk melakukan transmisi nafas dan suara jantung antar dokter dan pasien.

Perkembangan Telemedicine terus meningkat pesat setelah Perang Dunia ke-II karena pihak militer Eropa mulai mengembangkan teknik transmisi foto. Sejalan perkembangan teknologi komputer dan sistem digital saat ini, Telemedicine pun semakin ikut berkembang dan penggunaannya sangat luas hingga di aplikasikan di berbagai negara besar seperti Amerika, Yunani, Jepang, Italia, Israel, Denmark, Belanda, Norwegia, India, Jordan dan Malaysia. Namun sayangnya, di Indonesia sendiri belum diterapkan Telemedicine karena membutuhkan infrastruktur teknologi yang tinggi dan biaya yang tidak sedikit.

Beberapa manfaat Telemedicine mencakup 3 aspek yang saling berhubungan yaitu dokter, pasien dan rumah sakit. Manfaat yang bisa langsung dirasakan oleh pasien adalah:
· Memudahkan untuk dapat pertolongan sambil menunggu pertolongan langsung dari dokter-dokter pribadi.
· Mempercepat akses pasien ke pusat-pusat rujukan.
· Pasien tetap merasa dekat dengan rumah sehingga keluarga dan sahabat bisa memberikan dukungan secara langsung
· Menurunkan stres mental dan ketegangan yang dirasakan ditempat kerja
· Menyeleksi antara pasien yang perlu di bawa ke rumah sakit atau pasien yang tetap tinggal dirumah.