Seputar Tekno

Apa itu Bloatware?

Pada kesempatan kali ini, kami akan mengajak Sobat Gaptex untuk mengetahui apa itu bloatware, yang mungkin saja sering terdengar di telinga Anda. Istilah teknologi hampir identik dengan malware atau spyware. Padahal bloatware bersifat tidak berbahaya bagi perangkat gadget Anda, sehingga sangat berbeda dari malware, yang bersifat merusak sistem. Untuk lebih jelasnya, mari simak penjelasan mengenai bloatware di bawah ini.

Pengertian Bloatware
Apa itu Bloatware? Bloatware adalah kategori perangkat lunak – perangkat lunak yang ukuran file totalnya tidak sebanding dengan kebutuhan pengguna yang sering merepotkan dengan pembaruan yang sering dan beban sistem yang tidak biasa. Ukuran pemasangan sangat besar namun tidak sebanding dengan fitur yang disediakan bahkan bisa dikalahkan oleh perangkat lunak lain yang jauh lebih baik dengan ukuran file pemasangan yang jauh lebih kecil dan tidak boros sumber daya dan tidak membebani sistem. (Baca juga: Ini Penjelasan Tentang Spyware & Malware)

Inilah definisi Bloatware di Wikipedia, dimana bloatware berasal dari kata bloat dan software yang merupakan istilah untuk menggambarkan kecenderungan program komputer yang lebih baru agar memiliki jejak instalasi kecil, atau umumnya menggunakan lebih banyak sumber daya sistem daripada yang diperlukan, sambil menawarkan sedikit atau tidak ada manfaat bagi penggunanya.

Bloatware ialah sebuah sebutan yang ditujukan ke program komputer dengan ukuran pemasangannya cukup besar dan memiliki banyak fitur yang tidak perlu untuk pengguna pribadi atau cukup boros dengan kapasitas HDD dan beban RAM yang sangat merugikan.

Contoh Bloatware Paling Umum
Saat ini, terdapat tiga bloatware paling terkenal yaitu Nero Burner Suite, Adobe Reader dan Microsoft Office. Nero Burner awalnya memang ringan dan kecil tapi sekarang berbeda, ukuran menjadi lebih besar dan lebih membebani sistem dengan berbagai fungsi yang tidak maksimal. Ditambah lagi versi gratis dari Nero 9 yang bernama Nero 9 Free, namun kehadirannya justru mendapatkan kritik di mana-mana.

Nero 9 Free hanya memiliki dua fungsi, Burn and Copy Disc dengan ukuran instalasi 50 MB, yang menjadikannya sebagai perangkat lunak yang sangat boros memori. Bandingkan langsung dengan Ashampoo Burning Studio 6.76 Free yang ukurannya hanya 6 MB dan fiturnya sangat lengkap. Bahkan versi Ashampoo Burning Studio 2010 menyediakan fitur “Expert Function” dan “Cover Desginer” yang lebih disempurnakan, tentu saja lisensinnya juga gratis.

Adobe Reader, mungkin semua sudah tahu dengansoftware pembaca PDF ini. Dengan ukuran instalasi 25 MB dan ditambah dengan beban sistem yang luar biasa tinggi maka tidak sesuai untuk sekedar menjadi PDF Reader. Coba bandingkan dengan aplikasi Foxit PDF Reader yang hanya berkapasitas 5 MB dan tidak memerlukan alat tambahan untuk mempercepat loading seperti Adobe dengan Adobe Reader Speed Launch tool karena sudah terbebani sejak awal. Foxit PDF Reader memuat lebih cepat dan tidak memerlukan embel-embel apapun.

Adobe Reader mampu membebani sistem ketika membuka file PDF dan sering membebani sistem saat memuat program, jika dilihat dari penggunaannya yang sudah sangat terbukti. Lain halnya dengan Foxit Reader yang kurang dari 5 detik dokumen PDF terbuka tanpa ada beban sistem yang terasa.

Ada satu lagi perangkat lunak bloatware yang sangat populer sampai sekarang, tidak lain dari Microsoft Office. Mengapa? Mungkin sebagian Sobat telah memberikan “penghargaan” berupa Bloat Software ke Microsoft Office setelah mengenal Kingsoft Office. Coba bandingkan dengan pemasangan aplikasi Kingsoft Office Anda hanya 47 MB dan ambil kuota 120 MB untuk instalasi penuh dan semua fiturnya sangat mirip dengan Microsoft Office.

Sementara Microsoft Office untuk edisi terbawah ukuran instalasi Home and Student mencapai 300 MB dan menghabiskan hampir 1 GB untuk instalasi penuh, sangat jauh dengan Kingsoft Office hanya 120 MB. Beban sistem Kingsoft Office jauh lebih ringan dari pada Microsoft Office dan fitur tab document sangat praktis ala web browser.

Sebenarnya ada satu lagi produk software bloatware yang juga sangat populer yaitu, Windows Vista ,dimana sebagai penerus Windows XP. Dengan penambahan beragam macam fitur yang sangat melimpah, banyak yang berpendapat bahwa tidak semua fitur digunakan untuk penggunaan umum malah diduga boros kapasitas HDD.

Contoh Jenis Aplikasi Bloatware Mobile
Jenis bloatware pada sistem Android bisa dibagi menjadi layanan dan aplikasi. Di dalamnya bisa terdiri dari aplikasi yang memiliki fungsinya sendiri atau terbatas pada widget dan utilitas. Jenis dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian umum yaitu aplikasi bloatware bawaan Android atau aplikasi penyisipan dari vendor dan produsen pembuat ponsel. Secara umum, daftar aplikasi bloatware berikut yang ada di dalam sistem Android:
– Google TalkBack
– Play Books
– Play Newstand
– Google Drive
– Feedback
– Teks to Speech
– Google Bookmarks Sync
– Print Spooler (jika pernah menggunakan print)
– Google Partner Setup
– Putar Film & TV dan lainnya

Aplikasi di atas hampir dipastikan ada di semua tipe Android dan sebenarnya tidak mutlak diperlukan, sehingga bisa dinonaktifkan atau diganti dengan aplikasi lain dengan fungsionalitas dan fitur yang lebih baik.